Kartu Kredit Orang Amerika dan Jepang Dibobol Remaja Jatim

Gelar perkara kejahatan cyber oleh dua remaja Surabaya dan Malang di Polda Jatim, Kamis (18/10/2018). Foto: Jawa Pos

@Rayapos | Surabaya – Kartu kredit warga Amerika dan Jepang dibobol (carding) remaja Surabaya dan Malang, Dimas (20) dan Ferry (22). Mereka sejak tahun lalu membobol sekitar Rp 500 juta.

Mereka ditangkap bukan berkat pelacakan Interpol. Mereka ditangkap setelah terlacak patroli cyber oleh Subdit V Cyber Crime, Ditreskrimsus Polda Jatim.

Pembobolan ini bukan tarik uang tunai, melainkan carding.

Carding adalah berbelanja menggunakan identitas kartu kredit orang lain. Nomornya diperoleh secara ilegal. Mencuri data di internet. Sebutan pelakunya adalah Carder (penipu).

Kasubdit V Cyber Crime, Ditreskrimsus Polda Jatim, AKBP Harissandi, menjelaskan, modus kedua tersangka adalah membobol data korban pemegang kartu kredit di luar negeri. Korbannya di Jepang dan Amerika Serikat.

“Tersangka mendapat kode kartu kredit dari akun Facebook milik korbannya kemudian dipakai belanja online,” ujarnya di Mapolda Jatim, Kamis (18/10/2018).

Hasil pemeriksaan, kedua tersangka mengaku membobol identitas korban melalui Facebook. Tepatnya, Grup Facebook bernama Blackmarket ID.

“Setelah nomor kartu kredit korban dibobol, para pelaku selanjutnya membeli barang-barang dari situs luar negeri,” katanya.

Identitas korban tidak disebutkan polisi. Juga tidak dijelaskan, apakah korban mengetahui Bahwa kartu kreditnya dibobol warga Indonesia.

Menurut Harissandi, perbuatan kedua tersangka terungkap saat petugas Cyber Patrol Polda Jatim mendeteksi aktivitas mencurigakan di dunia maya.

Tapi, menurutnya, butuh proses cukup lama untuk mengetahui keberadaan pemilik IP Address Network yang dipakai tersangka.

“Kedua tersangka terbukti melakukan kejahatan cyber mengambil dan memakai kartu kredit tanpa seizin korban,” terangnya.

Kedua pelaku bekerjasama dalam menjalankan aksinya. Dimas tinggal di Surabaya, Ferry di Malang. Mereka membelanjakan kartu kredit milik warga Amerika dan Jepang.

Baca Juga:

FPI Tolak Acara Adat di Banyuwangi, Begini Alasannya

Pembangunan Meikarta Tetap Lanjut, Denny Indrayana Minta Maaf ke KPK

Ahmad Dhani Tersangka Gegara Ucapan Ini…

Pelaku Gila Belanja

Meskipun para pelaku bekerjasama, namun ‘belanjaan’ mereka hasil carding berbeda.

Kepada polisi, salah satu tersangka mengungkapkan, hasil kejahatannya digunakan plesir ke luar negeri.

“Untuk beli tiket pesawat ke luar negeri. Semua saya pakai sendiri. Tiap hari ke luar negeri,” jawab Dimas, ketika ditanya Wadireskrimsus Polda Jatim, AKBP Arman Asmara, Kamis (18/10/2018).

Bukan cuma tiket pesawat. Dimas sekaligus memesan berbagai hotel terkemuka di berbagai negara di dunia.

Juga, dia membeli aneka barang di luar negeri. Dari dia disita barang-barang ini:

Dua handphone I Phone X warna hitam. Samsung Galaxy S8+ wama hitam. Laptop Asus dual fan Copling. Sepatu Air Jordan. Laptop Accer tipe Predator seharga Rp 60 juta.

Sedangkan tersangka Ferry, menggunakan hasil carding, khusus untuk membeli barang-barang luar negeri.

Dari Ferry disita: Laptop Lenovo Legion Y720. Handphone Huawei. Sepatu Adidas dan New Balance. Tas Kate Spade dan Burberry.

Karena Ferry masih remaja, dia juga beli mainan Gundam dan Nintendo. Baju Branded dan Sikat Gigi Elektronik.

Karena para tersangka ‘gila belanja’ itulah mencurigakan paroli cyber Polda Jatim. Setelah dilacak berbulan-bulan, mereka ditangkap.

Barang-barang hasil bobolan itu dijual para tersangka di Indonesia dengan harga jauh lebih murah.

Misalnya, laptop merk Galleria buatan Jepang seharga Rp 60 juta dijual Rp 10 juta.

“Total kerugian korban mencapai lebih dari Rp 500 juta,” jelas Arman.

Kini keduanya ditahan di Mapolda Jatim. Mereka dikenakan UU ITE nomor 19 tahun 2016. Ancaman hukuman 4 tahun penjara. (*)