Pengunjung menyaksikan air mancur menari saat peresmian revitalisasi lapangan Banteng di Jakarta, Rabu (25/7). Foto: Antara

@Rayapos | Jakarta – Warga Jakarta membandingkan kepemimpinan dua gubernurnya. Interupsi “Karya Ahok” saat Gubernur DKI Anies Baswedan meresmikan Revitalisasi Lapangan Banteng, menegaskan hal itu. Ternyata, memang banyak karya mantan Gubernur DKI Ahok yang belakangan diresmikan Anies.

Ahok, sudah divonis menista agama. Dia menyerahkan tanggung jawab Gubernur DKI Jakarta kepada wakilnya, Djarot Saiful Hidayat.

Kepemimpinan pun bergulir setelah Pilkada DKI Jakarta 2017 menetapkan pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno menang. Kini mereka memimpin Jakarta.

Ternyata banyak proyek strategis dan ikonik Jakarta yang digagas Ahok. Lantas diresmikan Anies. Berikut ini contohnya:

Simpang Susun Semanggi

Jalan indah, melingkar yang melayang di atas Jalan Tol Dalam Kota itu diketahui merupakan warisan Ahok ketika menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Konstruksi yang terkoneksi dengan Simpang Semanggi serta lampu warna-warni yang dinikmati saat ini, bukan berasal dari luar Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta.

Biaya pembangunan dari Koefisien Lantai Bangunan (KLB) PT Mitra Panca Persada senilai Rp 360 miliar, dari total sebesar Rp 579 miliar. Sisa dana KLB tersebut digunakan dalam pembangunan trotoar Jalan Sudirman-Thamrin sejauh 6,6 kilometer bersama PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta dan PT Keppel Land.

Dalam sejarah pembangunan Jakarta, Gubernur Ahok melakukan terobosan baru. Belum pernah ada sebelumnya, pembangunan dibiayai dari pihak swasta yang (berdasarkan peraturan) harus membayar KLB.

Simpang Susun Semanggi diresmikan oleh Presiden Joko Widodo, tepat pada peringatan ke-72 tahun Hari Kemerdekaan Indonesia, 17 Agustus 2017.

Flyover Pancoran, Bintaro, Cipinang Lontar

Proyek gagasan Ahok selanjutnya adalah Flyover Pancoran, Bintaro, dan Cipinang Lontar. Tanpa seremoni, Flyover Pancoran resmi dibuka Senin (15/1/2018), pengendara bermotor pun bebas melenggang bebas melintasi simpang Pancoran yang terkenal dengan kemacetannya itu.

Setahun lebih cepat dari waktu yang diperkirakan, yakni pertengahan tahun 2018, pembangunan flyover Pancoran, Jalan MT Haryono, Pancoran, Jakarta selatan yang dibangun sejak pertengahan tahun 2016, akhirnya rampung.

Bersamaan dengan hal tersebut, pembukaan Exit Pancoran Tol Dalam Kota yang semula ditutup sepanjang proyek pembangunan flyover Pancoran itu pun, kini telah dibuka. Pengguna tol dari arah Cawang yang semula harus keluar dari Exit Kuningan dan berputar jauh di simpang Kuningan apabila hendak menuju Kawasan Pancoran atau Tebet, kini dapat bebas melintas.

Flyover Bintaro dan Flyover Cipinang Lontar diresmikan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersamaan pada Jumat (16/3/2018) lalu. Jalan Lintas Atas sepanjang 391 meter dan lebar 10 meter itu menghubungkan wilayah Kelurahan Pesanggrahan dan Bintaro yang sebelumnya dipotong perlintasan kereta api.

Ketika dimintai keterangan, Anies mengucap syukur atas dibangun dan diresmikannya dua proyek lintas atas tersebut. Anies berharap, jalan lintas atas itu dapat mengurai kemacetan yang terjadi di perlintasan kereta api.

Baca Juga:

Pejalan Kaki, Tidak Setuju JPO Bundaran HI Dibongkar

Makin Canggih, Boneka Seks China Sudah Bisa Diajak Ngobrol

Simpan Janin di Jok Motor, Pasangan Selingkuh Ditangkap Polisi

Underpass Mampang dan Matraman

Menyusul RT rampungnya Jalan Lintas Atas, pembangunan Lintas Bawah Mampang-Kuningan serta Lintas Bawah Matraman selesai dibangun dan diresmikan oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno pada 7 April 2018.

Pembangunan Lintas Bawah ini juga bertujuan mendukung pergerakan busway, sehingga diharapkan Bus Transjakarta dapat berjalan lancar untuk mendukung transportasi umum.

Pembangunan underpass Mampang, dikerjakan oleh PT Adhi Karya sebagai kontraktor pelaksana, dan PT Perentjana Djaja sebagai Konsultan MK.

Panjang keseluruhan Lintas bawah yaitu 827 meter dan lebar 14 meter. Struktur dinding penahan tanah dibuat dengan menggunakan struktur pondasi secant pile. Sistem drainase Lintas Bawah Mampang-Kuningan menggunakan 4 unit pompa, yaitu 2 pompa utama dan 2 pompa penguras.

Secara kontraktual, pekerjaan lintas bawah dapat diselesaikan pada 7 April 2018. Pada ramp lintas bawah, yaitu pada area Jalan Rasuna Said, bersinggungan dengan Pembangunan LRT Cawang–Dukuh Atas.

Sementara, flyover Matraman-Salemba bertujuan untuk menghilangkan persimpangan sebidang, sehingga diharapkan dapat mengurangi kemacetan lalu lintas pada Simpang Matraman, yaitu lalu lintas dari Barat (Manggarai/Jalan Tambak) yang menuju Jatinegara; Lalu lintas dari Barat (Manggarai/Jl. Tambak) yang menuju Jalan Pramuka Raya.

Pembangunan underpass Matraman dikerjakan PT Jaya Konstruksi–Jakarta Rencana Selaras, KSO sebagai kontraktor pelaksana, dan PT Perentjana Djaja sebagai Konsultan MK. Panjang keseluruhan Lintas Bawah 670,1 meter dan lebar 7 meter.

Lintas bawah ini mempunyai konstruksi khusus karena bercabang dua, yaitu dari arah Jalan Matraman Dalam bercabang ke arah Jalan Pramuka Raya, dan ke Jalan Matraman Raya. Struktur dinding penahan tanah dibuat menggunakan struktur fondasi secant pile.

Kali Besar Kota Tua

Kotor dan tercemar selama puluhan tahun, revitalisasi Kali Besar Baru akhirnya selesai. Kali yang semula hitam dan berbau itu dibuka Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno pada Jumat (6/7/2018) pagi.

Sandi yang semula hanya meninjau proyek revitalisasi Kali Besar Baru itu kemudian berubah pikiran. Tanpa persiapan ataupun seremoni khusus, dirinya yang mengetahui kondisi Kali Besar sudah cantik, lantas membuka koridor kali untuk umum.

“Pagi ini bersepeda dan lari pagi sekaligus meninjau proyek revitalisasi Kali Besar Baru di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat. Alhamdulillah, revitalisasi koridor Kali Besar ini telah selesai. Hari ini aksesnya telah kita buka untuk masyarakat umum, dan siap menyambut Asian Games,” tulis Sandi lewat @sandiuno pada jumat (6/7/2018).

Revitalisasi yang dikerjakan menggunakan dana kelebihan Koefisien Lantai Bangunan (KLB) PT Sampoerna Land sebesar Rp 260 miliar dengan skema Public Private Partnership (PPP) itu, dilengkapi sejumlah fasilitas, antara lain trotoar yang lebar, lengkap dengan patung dan kursi, serta taman dan dermaga apung di sepanjang Kali Besar.

“Setelah direvitalisasi, Kali Besar kini dilengkapi dengan trotoar lebar yang dihiasi instalasi patung dan juga kursi-kursi bagi para pengujung dan wisatawan. Lalu, trotoar juga dilengkapi guiding block yang ramah bagi teman-teman difabel yang dilengkapi dengan taman apung yang berada di atas Kali Krukut yang kini tampak bersih,” ungkap Sandi.

Kawasan Lapangan Banteng

Terbaru, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meresmikan ikon baru Jakarta tersebut pada Rabu (25/7/2018) malam. Di acara peresmian, saat Anies berpidato, dipotong oleh sejumlah hadirin, bahwa revitalisasi Lapangan Banteng karya Ahok saat jadi Gubernur DKI.

Anies mengapresiasi semua pihak yang terlibat dalam revitalisasi ini.

“Alhamdulillah malam hari ini kita menyaksikan salah satu monumen penting di Indonesia telah berhasil ditata ulang. Saya harap tempat ini bukan sekadar sebagai bangunan yang indah dipandang, enak dinikmati, tapi jadi ruang bagi interaksi warga Ibu Kota,” ujar Anies.

Revitalisasi Lapangan Banteng dibiayai menggunakan dana corporate social responsibility (CSR) dan kompensasi koefisien lantai bangunan (KLB) dari PT Rekso Nasional Food. Sedangkan pembangunan pagar dilakukan dengan KLB yang ditargetkan selesai pada September 2018. (*)

BAGIKAN