Dimas Kanjeng Taat Pribadi terdakwa kasus penipuan dan penggelapan

@Rayapos | Surabaya – Pengadilan Negeri Surabaya memvonis Dimas Kanjeng Taat Pribadi tanpa hukuman dalam sidang putusan perkara penipuan Rp 10 miliar, Rabu (5/12/2018).

Putusan ini diberikan karena Dimas Kanjeng saat ini sedang menjalani kumulatif vonis dalam perkara lain selama 21 tahun.

Ketua Majelis Hakim, Anne Rusiana menyebut terdakwa Dimas Kanjeng secara sah dan meyakinkan telah melakukan tindak pidana sesuai pasal 378 KUHP tentang Penipuan sesuai dakwaan jaksa.

“Tapi, sebelum perkara ini, terdakwa sudah menjalani vonis penjara untuk kasus pembunuhan selama 18 tahun penjara, dan kasus penipuan selama 3 tahun penjara. Hukuman penjara secara akumulatif menjadi 21 tahun,” ungkap Anne.

Undang-undang, lanjut dia, secara kumulatif tidak memperbolehkan hukuman melebihi dari 20 tahun. Oleh karena itu, hakim Anne menjatuhkan pidana pada Dimas Kanjeng dengan hukuman nihil.

Seperti diketahui, Dimas Kanjeng memang sedang menghadapi 3 perkara pidana yang proses hukumnya hampir bersamaan. Selain kasus ini, tahun lalu Dimas Kanjeng divonis 18 tahun penjara.

Vonis itu diputuskan atas perkara pembunuhan terhadap anak buahnya, Abdul Gani di Pengadilan Negeri Probolinggo. Bahkan putusan pengadian menambahan 2 tahun penjara atas perkara penipuan.

Terkait vonis nihil ini, Dimas Kanjeng mengaku bersyukur atas vonis nihil hakim Anne Rusiana. Dia hanya berkomentar akan menghormati putusan hakim. “Alhamdulillah, kita hormati saja putusan hakim,” kata Dimas Kanjeng.

BAGIKAN