@Rayapos | Yogyakarta – Ombudsman DIY (ORI DIY) menginvestigasi dugaan maladministrasi Universitas Gadjah Mada (UGM) dalam kasus perkosaan mahasiswi UGM bernama Agni (samaran).

Agni mahasiswa FIFIP UGM. Diperkosa HS, mahasiswa Fakultas Teknik UGM. Terjadi pada saat mereka sama-sama KKN (Kuliah Kerja Nyata) di Pulau Seram, Maluku, pada pertengahan 2017.

Kasus itu sudah dilaporkan ke pihak UGM. Juga sudah diproses. UGM membentuk tim pencari fakta. Merumuskan detil persoalan.

Tapi HS tetap kuliah. Bahkan, dia nyaris diwisuda pada 22 November 2018 lalu. Namanya sudah masuk dalam daftar wisudawan. Tapi, karena kasus ini meluas, akhirnya wisuda HS ditunda.

Kini kasus tersebut ditangani ORI.

Kepala ORI DIY, Budhi Masthuri, menjelaskan pihaknya telah memintai keterangan pihak-pihak terkait, seperti penggerak #kitaAGNI (Agni adalah nama semaran korban).

#kita AGNI adalah komunitas internal kampus UGM yang kebanyakan mahasiswa, bersatu menggaungkan penyelidikan kasus ini. Sehingga kasusnya meluas.

ORI juga telah memintai keterangan BPPM Balairung, dan PKM UGM.

Selanjutnya, ORI juga telah memintai keterangan Dekan Fisipol, Dekan Fakultas Teknik, dosen pembimbing lapangan dalam program KKN korban, dan koordinator tim investigasi lintas fakultas (UGM).

Hasilnya, beberapa fakta berhasil ditemukan pihak ORI.

“Kita menemukan ada beberapa dugaan maladministrasi. Pertama ada proses penundaan berlarut, kedua kami menemukan ada dugaan (maladministrasi) proses pelolosan mahasiswa (pelaku) yang akan diwisuda,” jelasnya, Senin (3/12/2018).

Budhi melanjutkan, pihaknya kini sedang menyelesaikan draf awal hasil investigasi. Ia tidak bisa memastikan kapan draf hasil investigasi tersebut kelar.

Namun pihaknya berjanji investigasi yang dilakukannya maksimal selesai akhir tahun ini.

“Kalau minggu ini sudah bisa ada draf awal dari hasil (investigasi) kawan-kawan, akhir minggu bisa kita hadirkan rektor. Mungkin minggu depan sudah ada, sudah bisa kami sampaikan. Itu paling cepat, yang pasti tidak sampai tahun depan lah,” ujarnya.

Baca Juga:

Hotman Ternyata Bawa Duit Rp 750 Juta Saat Ditangkap Polisi Italia

Desy Ratnasari ‘Ngibrit’ Ditanya Soal Pernikahan Murssy-Maia

Mahfud MD Sebut Peserta Reuni 212 Belum Tentu Keimanannya Kuat

Minta Keterangan Rektor

ORI DIY akan meminta penjelasan Rektor UGM, Panut Mulyono, mengenai perannya menangani kasus pemerkosaan mahasiswi UGM.

“Sangat mungkin kita memintai penjelasan Rektor (UGM), karena ada beberapa memang peran rektor harus kita konfirmasi,” jelas Budhi.

Karena baru rencana, Budhi belum bisa memastikan kapan pihaknya akan memintai keterangan Panut.

Menurutnya, kini pihak ORI masih fokus meminta penjelasan pihak-pihak yang terlibat langsung dalam penanganan kasus perkosaan.

“Ini saja baru menyelesaikan (memintai keterangan Koordinator Tim Investigasi UGM). Belum lagi ditambah (meminta penjelasan) Departemen Teknik (Fakultas Teknik UGM),” ujarnya.

Menurutnya, banyak hal yang harus dikonfirmasi ORI kepada Panut selaku pemimpin tertinggi di UGM. ORI ingin mengkonfirmasi apakah ada penyelewengan tugas dan wewenang yang dilakukan Panut dalam menangani kasus tersebut.

“Ya (yang dikonfirmasi) terkait tugas rektor, kemudian kewenangan rektor terkait penyelesaian masalah ini, sejauh mana ketugasan sudah dilakukan, sejauh mana kewenangan itu sudah dijalankan,” tuturnya.

Sementara ORI DIY menduga UGM telah melakukan mal administrasi dalam penanganan kasus ini. Indikasinya nama pemerkosa, HS, tertera dalam daftar wisuda tanggal 22 November kemarin.

Meski nama HS akhirnya dianulir, setelah ksus ini kian meluas jadi perhatian publik. (*)

BAGIKAN