@Rayapos | Las Vegas – Kasus pemerkosaan terhadap Kathryn Mayorga yang diduga dilakukan Cristiano Ronaldo terus bergulir. Dimana sang wanita baru saja melaporkan kembali kejadian sepuluh tahun lalu.

Bahkan saat ini, pihak kepolisian telah mengeluarkan surat perintah tes DNA kepada bintang Juventus tersebut. Langkah itu merupakan tidak lanjut dari pelaporan Mayorga.

Sebagaimana dilansir laman Four Four Two, Jumat (11/1/2019), The Wall Street Journal melaporkan bahwa departemen kepolisian Las Vegas meminta sampel DNA untuk mencocokkan dengan DNA yang berada pada gaun Kathryn Mayorga.

Menanggai pemberitahuan tersebut, pihak kuasa hukum Ronaldo melalui Peter Christiansen menyebut akan berusaha meredam kontroversi. Menurut mereka permintaan sampel DNA suatu hal yang wajar.

Christiansen mengonfirmasi pembayaran dilakukan kepada Mayorga, tetapi mengatakan beberapa dokumen yang disajikan sebagai bukti telah dicuri. Ronaldo sendiri menggambarkan pemerkosaan sebagai tindakan keji dan tegas menyangkal tuduhan itu.

Baca Juga:

NBA: Miami Heat Taklukkan Boston Celtic 115-99

Dipecat MU, Mourinho Belum Ingin Melatih Kembali

Eks Bintang Film Porno Garap Proyek EPL

Surat kabar asal Jerman Der Spiegel yang mencuatkan kisah ini memberitakan bahwa sebelumnya Mayorga tidak pernah mengajukan tuntutan. Dia mengatakan, menerima uang sebesar 375 ribu dolar AS dari Ronaldo agar tutup mulut.

Namun, Mayorga kini berusaha membatalkan perjanjian tersebut. Sebab, ia mengaku merasa trauma setelah perlakuan tak pantas Ronaldo terhadapnya.

Dalam laporan media tersebut, Mayorga mengaku trauma yang serius. Mayorga menyesal telah menandatangani perjanjian agar tidak mengungkap kasus ini ke publik, meskipun menerima uang dengan jumlah besar.