@Rayapos | Jakarta – Katarak merupakan kelainan degeneratif . Saat usia mulai menua, kornea mata yang awalnya jernih menjadi keruh.

Seiring bertambahnya usia seseorang maka semakin berisiko mengalami katarak, yang oleh para ahli kemunculannya disebut seperti uban.

“Katarak sepasti uban Anda. Semua orang pasti terkena, cepat atau lambat. Penyebab utama salah satunya usia,” ujar spesialis mata dari JEC @Cinere, Dr. Zeiras Eka Djamal, SpM di Depok.

Baca juga : Ini Penyakit yang Diderita Yon Koeswoyo Sebelum Meninggal Dunia

Sejumlah gejala yang bisa menjadi pertanda katarak yakni penglihatan menurun, lebih merasa silau terhadap cahaya dan ukuran kacamata yang kerapkali berubah.

“Selain usia, penyakit diabetes, obat-obatan steroid juga bisa menjadi penyebabnya,” kata Zeiras.

Walau memang banyak diderita mereka yang berusia lanjut, tak berarti anak-anak terbebas dari gangguan mata ini. Infeksi selama kehamilan bisa menjadi penyebabnya.

“Pada anak biasanya penyebabnya infeksi virus Rubella. Pada anak-anak perkembangan saraf membutuhkan stimulasi. Kalau ada katarak, saraf tidak akan berkembang,” kata Zeiras.

Baca juga : Khloe Kardashian Berniat Ungkapkan Gender Bayinya di KUWTK

Namun demikian, pada prinsipnya katarak bisa dicegah agar tidak cepat muncul.

Sejumlah upaya seperti pemeriksaan mata berkala, mengonsumsi makanan sehat dan seimbang dan berolahraga rutin menjadi anjuran ahli kesehatan demi bisa membantu memperlambat munculnya katarak.

Namun, bila sudah terlanjur muncul, Zeiras menyarankan penderita menjalani operasi untuk membantu memulihkan penglihatannya.

“Operasi peluangnya 98-99 persen, dengan teknologi sekarang. Kalau derajat kataraknya berat dokter menyarankan pasien menjalani operasi,” kata Zeiras

BAGIKAN