Foto : Feri/Rayapos

@Rayapos | Jakarta – Kementerian Keuangan RI menyelenggarakan konferensi pers mengenai tentang kententuan Ekspor dan Impor barang yang dibawa oleh penumpang di Aula Mezzanine, Gedung Djuanda I, Kementerian Keuangan, Jl. Dr. Wahidin Raya No. 1, Jakarta Pusat, Kamis, (28/12/2017) sore tadi.

Dalam acara konferensi pers tersebut dihadiri langsung oleh menteri keuangan Sri Mulyani didampingi Sekjen dan Dirjen Bea Cukai.

Selain itu beberapa kalangan masyarakat pun hadir, mulai dari unsur pelaku Impor dan Ekspor serta mahasiswa.

Menurut Sri Mulyani bahwa soal ketentuan Inpor dan Ekspor barang yang dibawa oleh penumpang sangatlah penting, karena sampai saat ini belum ada pembatasan untuk hal itu.

“Acara konferensi pers ini kami selenggarakan agar masyarakat memahami secara jelas, bahwa dalam perjalanan di transportasi, harus ada batasan barang bawaan, supaya tidak disalah gunakan,” ujar Menteri Keuangan Saat Konferensi Pers berlangsung.

Kemudian dia menegaskan, dalam membawa barang di perjalanan, masyarakat harus memahami aturan yang ada, karena kalau melanggar akan dikenakan sanksi.

“Sebenernya dalam kentuan barang bawaan penumpang ada dua kategori yakni barang bawaan pribadi dan barang bawaan titipan yang di manfaatkan kembali,” tutur Sri Mulyani.

Dengan demikian Menteri keuangan menjelaskan, ketentuan yang tidak diperbolehkan yakni apabila barang bawaan tersebut jumlahnya berlebihan dan dimanfaatkan kembali.

“Kalau kita dititipkan barang oleh orang lain, kemudian barang tersebut dijual lagi, itu yang tidak boleh,” tandasnya.

Agenda konferensi pers ini dihadiri juga para pejabat Bea Cukai serta pejabat Kemenkeu lainnya.

Comments

comments