Wakil Sekretaris Jenderal Partai Golkar M Sarmuji

@Rayapos | Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka kemiskinan per Maret 2018 sebesar 9,82%. Ini menjadi paling rendah sepanjang sejarah. Golkar menyebut prestasi ini untuk menjawab kritik terhadap pemerintahan Presiden Joko Widodo.

“Ini pembuktian. Selama ini kan ada banyak anggapan bahwa Pak Jokowi tidak memperhatikan sektor yang berkaitan langsung dengan rakyat. Hanya berorientasi pada infrastruktur, dan sebenarnya infrastruktur itu juga untuk kepentingan rakyat juga. Tetapi kritiknya kan seolah-olah seperti itu. Itu tidak benar,” kata Wakil Sekretaris Jenderal Partai Golkar M Sarmuji, di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (17/7/2018).

Sarmuji menjelaskan, capaian ini merupakan kombinasi bauran kebijakan yang tepat dari pemerintah. Misalnya, kebijakan terkait penyerapan tenaga kerja, menjaga inflasi supaya tetap rendah, hingga penggunaan dana desa.

“Jadi ini merupakan hasil dari kebijakan yang tidak tunggal. Tapi bauran kebijakan yang tepat,” kata Sarmuji.

Baca juga:

Wali Kota Dicopot, Sandiaga Uno: You Can Be Replaced Anytime

30 Hari Menuju Asian Games, Anak Jalanan Masih Penuhi Kawasan GBK

Sarmuji yakin, capaian ini akan berpengaruh terhadap elektabilitas Jokowi pada Pilpres 2019. Ia yakin, masa depan kemenangan Jokowi untuk meraih kursi presiden akan semakin cerah.

“Pasti punya pengaruh terhadap elektabilitas Pak Jokowi,” ujarnya.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka kemiskinan per Maret 2018 yang sebesar 9,82% menjadi paling rendah sepanjang sejarah.

Hal itu diungkapkan Kepala BPS Suhariyanto dalam konferensi pers neraca perdagangan Juni 2018. Dia bilang, angka kemiskinan per Maret tahun ini menjadi single digit.

“Apakah ini yang terendah, iya (terendah), bisa saya sampaikan kalau dilihat pada tahun Maret 2011 itu persentasenya 12,49%,” kata Suhariyanto di kantor BPS pusat, Jakarta, Senin (16/7/2018).

BAGIKAN