Banking hall Meikarta yang sudah sepi

@Rayapos | Jakarta – KPK telah meng-OTT Bupati Kabupaten Bekasi dan petinggi Lippo Group terkait suap proyek Meikarta. Karena hal itu, manajemen PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) menyetop penyaluran kredit baru untuk pembelian apartemen.

Direktur Ritel Banking Bank BNI Tambok Parulian Setyawati Simanjuntak mengatakan akan melakukan riview terhadap kredit yang telah disalurkan untuk mega proyek Meikarta.

“Untuk saat ini belum disetop, tetapi kita akan mereview ke depannya kebijakannya seperti apa,” ujar Tambok dalam paparan kinerja keuangan BNI kuartal III-2018 di Jakarta, Kamis (17/10/2018).

Baca juga:

Viral Video Wanita Sebut Anies Tutup Reklamasi untuk Bahan Gagah-Gagahan

Video Marah Susi, Sandiaga: Nanti Kami Bicara Sebelum Saya Ditenggelamkan

Tambok mengakui ada nasabah BNI yang mengajukan kredit untuk membeli properti di Meikarta.

“Khusus untuk Meikarta berapa pembiayaan KPR, tidak terlalu banyak kisarannya nasabahnya 200-an debitur, Rp 50 miliar, dan untuk ke depannya karena kasus ini nasabah baru ya tidak proses dulu sampai proses hukum selesai,” kata dia.

Namun ia mengaku saat ini kualitas kredit masih lancar. “Posisinya hingga sekarang masih bagus. Jadi terus kita masih lihat,” tambah Tambok.

Direktur Operasional dan Perencanaan Bisnis BNI Bob T Ananta mengatakan, penyaluran kredit untuk Meikarta relatif kecil. Dia juga mengatakan, penyaluran kredit juga terbilang masih baru,

“Jangan lihat angkanya, konteks porsi dari angka dari total exposure KPA kita sekitar 0,00001% memang sangat kecil sekali. Tapi memang kondisi begini kita review dan sementara memang baru mulai,” tutupnya.

Sebelumnya, KPK telah menangkap sejumlah pejabat Kabupaten Bekasi antara lain, Bupati Bekasi Neneng Hassanah Yasin, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bekasi Jamaludin, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Pemkab Bekasi Sahat MBJ Najor, Dewi Tisnawati (Kepala Dinas DPMPTSP Kabupaten Bekasi), dan Neneng Rahmi (Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PUPR Kabupaten Bekasi).

Para pejabat pemkab Bekasi yang ditetapkan sebagai tersangka diduga menerima total duit Rp 7 miliar dari pihak pemberi. Duit itu merupakan bagian dari commitment fee fase pertama Rp 13 miliar.

KPK juga menangkap Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro. Billy ditangkap setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap proyek Meikarta.

 

BAGIKAN