Kenali penyebab dan gejala Kista

rayapos.com - Kista
Kenali gejala kista (Foto:Ilustrasi)

@Rayapos.com | Jakarta: Kista adalah sebuah kantung atau suatu pengumpulan cairan yang tumbuh pada indung telur. Cairan tersebut terbungkus oleh semacam selaput dan terbentuk dari lapisan terluar ovarium.

Pengumpulan cairan ini terpisah dengan jaringan normal di sekitarnya dan tidak dapat menyebar ke bagian tubuh lain. Itulah sebabnya meskipun termasuk tumor jinak, kista relatif mudah diangkat dengan jalan pembedahan dan tidak membahayakan kesehatan penderitanya.

Dilansir dari berbagai sumber, penyakit tersebut terbagi dua berdasar tingkat keganasannya, yaitu non-neoplastik dan neoplastik. Kista non-neoplastik sifatnya jinak dan biasanya akan mengempis sendiri setelah 2 hingga 3 bulan. Sementara kista neoplastik umumnya harus dioperasi, namun hal itu pun tergantung pada ukuran dan sifatnya.

Selain pada ovarium, penyakit tersebut juga dapat tumbuh di vagina dan di daerah vulva (bagian luar alat kelamin perempuan). Kista yang tumbuh di daerah vagina, antara lain inklusi, duktus gartner, endometriosis, dan adenosis. Sedangkan kista yang tumbuh di daerah vulva, antara lain pada kelenjar bartholini, kelenjar sebasea serta inklusi epidermal.

Kista ovarium dibagi ke dalam dua jenis utama yakni kista fungsional, yang muncul sebagai bagian dari siklus menstruasi. Jenis ini yang tergolong umum terjadi ini tidak berbahaya dan dapat hilang dengan sendirinya. Sedangkan yang kedua adalah kista patologis, yaitu kista yang mengandung sel abnormal. Pada sebagian kecil kasus, sel abnormal itu bersifat kanker.

Adapun penyebab kista antara lain adalah,
1. Faktor keturunan
2. Haid yang tidak teratur
3. Terjadinya menstruasi pada usia dini (11 tahun atau lebih muda)
4. Nyeri haid yang tak tertahankan
5. Penderita hipotiroid
6. Adanya kanker payudara yang sebelumnya pernah dialami dan menjalani kemoterapi (tamoxifen).

Kebanyakan wanita tidak menyadari jika sedang menderita penyakit ini. Kista biasanya menimbulkan gejala-gejala diantaranya,
1. Keluhan nyeri ketiak menjelang atau dalam masa haid, beberapa penderita bahkan ada yang sampai pingsan.
2. Nyeri perut bagian bawah perut kiri dan kanan secara bergantian seperti di gigit semut
3. Haid yang sangat banyak atau justru terlalu sedikit
4. Sering merasa ingin buang air besar/kecil
5. Pada keadaan lanjut dapat terasa benjolan di daerah perut
6. Perubahan pola haid, misalnya terlambat haid atau pendarahan di antaranya periode haid
7. Pendarahan vagina yang hebat dan tidak teratur
8. Nyeri perut hebat di sertai mual dan muntah
9. Pembesaran perut, beberapa jenis kista yang cenderung tumbuh makin besar
10. Keluhan sakit pada pinggang belakang
11. Sakit saat berhubungan seks atau intim
12. Jika kista pecah, misalnya saat berhubungan seksual, penderita akan merasa nyeri yang berlebih apabila melakukan aktivitas fisik.

Untuk mengetahui jika seorang wanita memiliki kista, maka perlu dilakukan pemeriksaan fisik secara langsung oleh dokter untuk melihat apakah ada benjolan atau pembengkakan pada salah satu ovarium.

Pemeriksaan dapat dilakukan dengan USG untuk mengkonfirmasi secara visual dengan memanfaatkan gelombang suara. Biasanya dokter akan mengulangi pemeriksaan dalam beberapa minggu atau bulan sebelum merekomendasikan pengobatan atau operasi.

Untuk diketahui, kista dapat mengganggu kesuburan seorang wanita. Namun, hal ini tidak sepenuhnya benar karena pada umumnya penyakit tersebut dapat diangkat dengan mudah tanpa mengganggu ovarium. Akan tetapi untuk jenis kista ovarium yang kompleks, penanganan melalui operasi dapat memengaruhi tingkat kesuburan penderitanya.

Comments

comments