Kerjasama Dinsos NTT-STC Luncurkan SOP Anak

@Rayapos | Kupang: Dinas Sosial Nusa Tenggara Timur (NTT) bekerja sama dengan Save The Children (STC), Senin, meluncurkan Standar Operasional Prosedur (SOP) Penanganan Kasus Anak di wilayah provinsi berbasis kepulauan ini.

“Peluncuran SOP ini dirangkaikan dengan Training on Children Protection dan Child Rights yang akan berlangsung dari 23-26 Mei 2016,” kata Kepala Dinas Sosial Nusa Tenggara Timur Willem Foni.

Peluncuran SOP Penanganan Kasus Anak ini dilakukan Kepala Dinas Sosial NTT disaksikan Famillies First Signature Program Director Save The Children Tata Sudrajat.

Hadir pula dalam acara tersebut antara lain Program Manager Familie First NTT Andi Yoga Utami, dan Technical Advidor Child Protection Save The Children Australia Keren Flan.

Sementara hadir sebagai peserta para pemerhati perlindungan anak, media, LSM, P2TP2A Propinsi NTT, para pekerja sosial.

Kepala Dinas Sosial NTT Willem Foni mengatakan, pembuatan SOP Penanganan Kasus Anak ini sangat berat dan rumit, namun akhirnya bisa terselesaikan karena berkat kerja sama yang baik semua pihak.

Ketua Lembaga Perlindungan Anak NTT Veronika Ata menyambut baik peluncuran SOP penanganan terhadap kasus anak di NTT, agar penanganan kasus-kasus kekerasan pada anak bisa dilakukan dengan lebih baik lagi.

Ia mengharapkan SOP penanganan kasus anak ini mampu menekan tingkat kekerasan terhadap anak di provinsi berbasis kepulauan ini.

Kasus kekerasan terhadap anak di NTT, menurut Ketua Komnas Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait, tergolong tinggi di Indonesia atau berada diurutan ke-4 dari 34 provinsi di Indonesia.

Dari sekitar 2,2 juta anak yang tersebar di berbagai pulau di NTT, 80 persen di antaranya mengalami tindakan kekerasan atau masuk level darurat.

Kasus kekerasan terhadap anak di NTT, antara lain kasus perdagangan anak, kekerasan seksual, penelantaran, gizi buruk serta menjadikan anak sebagai pekerja.

BAGIKAN

LEAVE A REPLY