Detik-detik mat, saat puluhan orang berjatuhan dari viaduk Tugu Pahlawan setinggi sekitar tujuh meter. Capture Youtube

@Rayapos | Surabaya – Korban hidup tragedi “Surabaya Membara”, A Nur Aziz (19) menceritakan liku-liku tragedi itu. Di peristiwa itu tiga tewas, 20 lainnya luka para, termasuk Aziz.

Aziz mahasiswa Stikosa AWS Surabaya. Dia hafal betul insiden kereta viaduk yang barusan dialami saat menonton drama kolosal Surabaya Membara pada Jumat malam (9/11/2018).

Ia ikut menaiki jembatan perlintasan rel kereta itu. Tujuannya ingin mengabadikan momen drama kolosal tersebut.

Namun tak berselang lama, terdengar suara laki-laki mengganggu keasyikannya. Suara lelaki berteriak:

“Woy… sepur woy…. (Hai kereta) ,” tirunya saat ditemui awak media di halaman depan RS Dr. Soetomo pukul 23.00 WIB Jumat (9/11/2018).

Ia satu dari 8 korban luka-luka yang di rawat di RS Dr Soetomo.

Luka yang dialaminya cukup ringan, sehingga dokter mengizinkan ia pulang ke rumahnya di daerah Karang Empat 9/28 Surabaya.

“Saya luka ringan, dan memar dibahu kiri dan dada sesak,” katanya.

Pasca insiden itu terjadi, ia diantar kakaknya naik motor menuju RS Dr Soetomo.

Baca Juga:

Peringati Hari Pahlawan, Jokowi Tabur Bunga di TMP dan Pakai Pakaian Pejuang

Korut Batalkan Pertemuan dengan Menlu Amerika Serikat

Inilah Titik Lokasi Cewek Bule Dibegal Payudara

Seingat Aziz, di atas jembatan itu banyak sekali warga yang antusias menyaksikan drama kolosal Surabaya Membara.

Menurutnya, kereta api itu melintas dengan kecepatan yang cukup lambat, selama 3 menit.

Semua orang yang berkerumun mendadak buyar dan berlari mencari posisi di sela sela antara rel dan tembok jembatan.

“Semua orang tadinya udah aman semua, bisa ngatur diri ketika kereta lewat pelan,” katanya.

Namun tak disangka, seorang ibu tak diketahui identitasnya bersama anaknya, nekat menyebrang rel kereta di saat-saat terakhir moncong kereta mendekat jembatan.

“Lah tiba-tiba datang, dan intinya ada seorang ibu-ibu ndusel (mendesak),” katanya.

Semula posisi orang-orang yang berhimpitan begitu rapat. Diperkirakan, tidak bakal tersenggol KA, walau mepet. Kedatangan ibu itu sontak membuyarkan formasi. Kacau balau.

Belasan orang, diketahui Aziz tertabrak body kereta api. Sebagian besar terseret dan beberapa lainnya terlindas.

“Ada 12 orang yang jatuh ke bawah jalan. Ada yang nyantol dan ada yang keplindes,” pungkasnya. (*)

Simak videonya di sini: