Kolase Rayapos

@Rayapos | Jakarta – Reputasi pelatih Pep Guardiola dan Carlo Ancelotti memang sudah tidak bisa dipungkiri. Kedua juru taktik ini bisa dibilang selalu berhasil membawa klubnya meraih gelar. Namun siapa sosok dibalik sukses mereka, penasaran?

Guardiola dan Ancelotti mengungkap hal itu ketika menghadiri diskusi Festival dello Sport yang digelar di Trento, Italia. Pasalnya, aspek yang dibahas dalam diskusi adalah mentor mereka sehingga bisa menjadi pelatih-pelatih hebat.

Kedua pelatih hebat yang didapuk untuk membicarakan berbagai topik sepakbola ini secara blak-blakan menyebut siapa mentor mereka. Mereka mengaku memiliki beberapa mentor hebat yang jadikan sebagai panutan.

Guardiola yang saat ini menangani Manchester City menyebut mentor utamanya adalah Johan Cruyff. Pria asal Spanyol ini kerap juga disebut penerus filosofi sepakbola Total Football ala Cruyff. Ia pernah menimba ilmu kepada sang mentor yang dikaguminya itu.

“Johan Cruyff adalah sosok paling penting yang pernah bekerja bersama saya. Dia membuka mata saya dengan gaya sepakbolanya. Dia membantu kami memahami cara yang berbeda dalam melihat sepakbola,” ungkap Guardiola.

Baca Juga:

Lapisi Buffon, PSG Lirik David de Gea

Taufik Hidayat Sampaikan Dukungan untuk Lee Chong Wei

Napoli Tak Gubris Tawaran MU untuk Faouzi Ghoulam

“Rasanya seperti ke sekolah setiap hari. Saat kami menang, dia (Johan Cruyff) akan mengatakan kepada kami alasan kemenangan kami. Dia membuat kami jatuh cinta.”

“Bukan kebetulan bahwa ada banyak pemain yang menjadi anak buah Cruyff dan Sacchi kemudian menjadi pelatih. Pikiran mereka memang sudah dibuka. Mereka memberikan cinta baru kepada kami.”

Sementara bagi Ancelotti, sosok yang paling dia kagumi dalam dunia sepakbola adalah Nils Liedholm. Pria asal Italia ini belajar tentang tata kelola pemain dari Liedholm, terutama pada dekade 80-an.

“Saya memiliki banyak guru penting. Soal tata kelola manusia, tak ada yang lebih baik dari Nils Liedholm. Pada dekade 80-an, dia sangat penting karena ida tidak memberikan tekanan kepada pemain,” jelas Ancelotti.

“Peran seorang pelatih sangat rumit tapi menyenangkan. Anda harus memikirkan ada 25 pemain di tim dan semua orang sama pentingnya, dari kitman sampai bintang terbesar di tim.”

“Cara saya menangani tim adalah membuat semua orang merasa senyaman mungkin. Saya berikan tanggung jawab dan mendelegasikan semua tanggung jawab itu.”