Ketua DPR Bambang Soesatyo. Foto: Dok Rayapos

@Rayapos | Banjarnegara – Ketua DPR Bambang Soesatyo menyatakan 100 juta masyarakat miskin di Indonesia itu tidak benar. Menurutnya, persentasenya justru menurun hingga single digit.

“Soal angka kemiskinan, data dari BPS menyampaikan jika saat ini sudah turun. Bahkan sekarang hanya satu digit. Jadi jika ada yang menyampaikan 100 juta masyarakat miskin itu tidak benar,” ujar Bambang di Banjarnegara, Jawa Tengah, Jumat (3/8/2018).

Turunnya angka kemiskinan di antaranya melalui program pemerintah seperti beras bantuan rakyat hingga banyaknya proyek infrastruktur.

“Dengan terbukanya lapangan pekerjaan tentu bisa mengurangi angka kemiskinan di Indonesia,” kata pria yang beken disapa Bamsoet itu.

Baca juga:

Wuihh, Harta Bacaleg Asal Papua Ini Mencapai Rp 20 Triliun

Kasus Video Porno Luna Maya dan Cut Tari Masuk Praperadilan

Denada Ungkap Kondisi Buah Hatinya, Rambutnya Rontok..

Menurut Bambang, pemerintah harus terus menekan angka kemiskinan termasuk dengan menjaga stabilitas harga pangan dan daya beli masyarakat.

“Mengingat naiknya harga komoditas utama seperti beras, gula, daging sapi, serta telur dan daging ayam bisa menurunkan daya beli masyarakat,” ujar Bamsoet.

Selain itu, Bamsoet juga mendorong menteri-menteri pembantu Jokowi menggencarkan program pengentasan kemiskinan.

Legislator Partai Golkar itu meminta Kementerian Sosial (Kemensos) dan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/ Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Kementerian PPN/Bappenas) terus berupaya menekan jumlah kemiskinan melalui pemerataan pembangunan.

“Salah satu faktor masih tingginya angka kemiskinan akibat belum meratanya pembangunan terutama di wilayah Indonesia bagian timur,” ujarnya.

Bamsoet juga meminta Kemensos yang kini di bawah komando Idrus Marham melakukan evaluasi terhadap program pengentasan kemiskinan khususnya di pedesaan.

Sebab, pemerintah sudah menganggarkan dana besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

Sebelumnya mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengatakan masih ada 100 juta orang miskin di Indonesia. Di sisi lain, BPS mencatat pada Maret 2018 kemiskinan turun menjadi 9,82% lebih rendah dari September 2017 yang sebesar 10,12%.

BAGIKAN