Ketua DPRD, Prasetyo Edi (FOTO: ist)

@Rayapos | Jakarta – DPRD DKI Jakarta kembali mempertanyakan rencana pelepasan saham di PT Delta Djakarta Tbk (Delta). Langkah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dinilai tidak tepat melepas saham yang telah memberikan masukan yang cukup besar untuk Pemprov DKI Jakarta.

Hal ini diungkapkan Ketua DPRD Prasetio Edi Marsudi, dalam acara Halal Bihalal Fraksi PDI Perjuangan di Kebon Sirih Jakarta Pusat, Senin (16/7/2018).

Dikatakan Pras, PT DLTA selama ini telah memberikan masukan yang cukup besar bagi pemda setempat. jumlahnya dalam per tahum PT. DELTA bisa menyumbang deviden sebesar 40 Miliar.

Menurutnya angka tersebut sangat menguntungakan bagi pemrov DKI.

“Jadi soal Delta sekali lagi Delta ini tidak pernah merugikan pemerintah daerah delta ini adalah hasil rampasan perang DKI,” kata Pras.

Ia menyarankan, dari pada menjual Saham perusahan DLTA dengan alasan pembangunan yang diklaim dapat dirasakan langsung oleh warga DKI dan demi mewujudkan Jakarta yang bersih dari alkohol, Pras lantas menantang agar Anies – Sandi untuk menutup perusahan tersebut.

“Kalau mau saya engak usah dijual, ditutup aja sekalian. Pertanyaan yang kedua, apakah setelah ditutup apakah bir tidak ada di Jakarta ? ya tetap ada,” pungkasnya

Lebih lanjut, Pras pun mempertanyakan maksud Pemprov DKI yang memiliki niat untuk menjual perusahaan yang memproduksi minuman bsralkohol dengan merk Angker Bir itu. Penjualan ini justru berisiko untuk mengurangi pendapatan asli daerah (PAD) per tahun.

“Ini tidak merugikan daerah loh, ini TBK loh bos di bursa efek udah ada
ke depan, Pemprov DKI belum tentu mendapatkan peluang bisnis yang menguntungkan seperti yang diberikan oleh Delta,” pungkasnya.

BAGIKAN