Ketua Forum Warga Kota Jakarta (FAKTA) Azas Nainggolan

@Rayapos | Jakarta – Ketua Forum Warga Kota Jakarta (FAKTA) Azas Nainggolan, mengaku sangat bersyukur mendengar rumor adanya pergantian Direktur Utama PT Transjakarta Budi Kaliwono per hari Sabtu (27/10/2018).

Budi kabarnya digantikan oleh Agung Wicaksono, yang merupakan Direktur Operasi dan Maintenance PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta.

Rasa syukur itu diucapkan Tigor, karena menganggap BUMD milik Pemprov DKI ini telah terbebas dari potensi kebangkrutan karena telah menunjuk Budi Kaliwono sebagai Dirut Transjakarta kala itu.

Baca juga:

Mayat Dicor dalam Drum, Rambut Nempel di Tengkorak

Video… Merah Putih Diturunkan Diganti Bendera Hitam

“Syukurlah diganti agar Transjakarta tidak bangkrut seperti Cipaganti. Walau sebenarnya sudah terlambat. Entah apa alasannya saat lalu Dirut Transjakarta diambil dari orang yang yang membuat bangkrut perusahaan lain? Seperti tidak ada orang baik saja,” kata Tigor kepada Rayapos Minggu (28/10/2018).

Terkait pergantian itu, Tigor yang juga pengamat transportasi, mengaku sudah menyarankan dan meminta Pemprov DKI Jakarta untuk mengganti Budi Kaliwono sejak dua tahun lalu.

Alasannya karena, manajemen Transjakarta dibawah kepemimpinan Budi, tidak bisa membangun perusahaan dan pelayanan Transjakarta dalam membangun layanan baik bagi warga Jakarta.

Dia juga menduga banyak praktek korupsi yang dilakukan di PT Transjakarta. Contoh kecil korupsinya, dibeberkan Tigor, seperti program peremajaan Metromini menjadi Minitrans, dimana Transjakarta menjual mobil dan mengutip uang manajemen Rp 30 juta dimuka.

“Juga soal uang hasil 7 juta transaksi per hari Top Up uang elektronik di halte Transjakarta tidak jelas laporan serta pertanggung jawabannya. Harusnya KPK masuk juga memeriksa dugaan korupsi di Transjakarta,” bebernya.

Bukan hanya Dirut, selain itu dia juga menyarankan agar semua direksi dan jajaran manajemen Transjakarta juga harus diganti.

Sebab dia menilai, selama ini para direksi Transjakarta adalah alat dari Dirut dalam melakukan praktek korup di dalam instansi tersebut.

“Alat untuk membuat Transjakarta amburadul dan korup pelayanannya juga manajemennya9” cetusnya.

Lanjut Tigor mengatakan, jika pergantian dirut tersebut sudah diumumkan secara resmi, dia berharap semoga orang pengganti atau Dirut serta jajaran manajemen yang baru adalah orang yang punya hati melayani masyarakat dan profesional dalam bekerja.

“Mumpuni serta tidak korup. Semoga mereka bisa membawa Transjakarta lebih baik membangun pelayanan bagi warga Jakarta,” pungkasnya.

Seperti diketahui Rayapos mendapat kabar pergantian Dirut Transjakarta Budi Kaliwono per tanggal (27/10/2018) yang dilakukan secara diam-diam.

Namun kabar tersebut dibantah Budi, Dia mengatakan jika kabar tersebut tidak benar.

“Info dari siapa? Tidak benar itu,” kata dia saat dihubungi Rayapos melalui saluran whatsapp Sabtu malam (27/10/2018).

Dia menegaskan dirinya adalah seorang Dirut profesional dengan segudang pengalaman. Berdasarkan pengalamannya kata Budi, jika ada pergantian atau pencopotan seorang direksi perusahan harus dilakukan dan diumumkan oleh pemegang Saham.

Agar lebih meyakinkan, Budi lantas mempersilahkan untuk menanyakan langsung soal pergantian dirinya itu pada kepada pemilik saham PT Transjakarta.

“Boleh tanyakan ke pemegang saham PT Transjakarta mereka yang paling berhak untuk menjelaskan. Terimakasih,” kata dia.