Caleg PSI, Anggara Wicitra Sastroamidjojo (DOK. Ist)

@Rayapos | Jakarta – Nama Ali Sastroamidjojo masih teringat jelas di benak rakyat Indonesia. Ia adalah tokoh politik, menteri dan salah satu perdana menteri di era Bung Karno.

Kini, keturunan langsung Ali, juga ikut masuk perpolitikan nasional. Namanya Anggara Wicitra Sastroamidjojo.

Pemuda berusia 29 tahun ini masuk di Partai Solidaritas Indonesia (PSI), sebagai caleg DPRD DKI Jakarta dapil 7 Jakarta Selatan.

Baca juga:

Prabowo Sebut 99% Rakyat Indonesia Hidup Pas-Pasan, Begini Respon BPS

Jadi Caleg, Kirana Larasati Tak Takut Bersaing dengan Sesama Artis

“Eyang Ali itu kakek buyut saya, dan salah satu inspirasi saya berpolitik adalah beliau,” kata pria yang biasa disapa Ara kepada Rayapos, Kamis (25/10/2018).

Selain karena terinspirasi kakek buyutnya, alasan lain ia berpolitik karena Ara melihat ada kekurangan di parlemen Indonesia, khususnya DPR dan DPRD. Menurutnya, selama ini kinerja anggota dewan tak terpantau masyarakat.

“Sebagai anggota dewan, harusnya bisa pertanggung-jawabkan jabatan yang mereka emban. Contohnya uang yang mereka terima yang berasal dari masyarakat, harus bisa dibuat transparansinya, Penggunaannya untuk apa masyarakat harus tau” ujarnya.

“Saya belajar dari cerita-cerita kakek saya, bagaimana beliau mengemban jabatan pemerintahan dengan baik,” cerita Ara sambil mengingat masa lalu.

Maka dari itu, Ara berencana membuat sistem ‘Open Parliament’ ketika suatu saat jadi anggota dewan.

Dalam sistem ini, nantinya masyarakat bisa tahu apa yang dikerjakan anggota dewan, berapa uang yang diterima, serta warga harus bisa menilai kinerja para wakilnya di parlemen.

“Belum pernah ada anggota dewan yang kinerjanya dimonitor oleh masyarakat. Sehingga KPI (Key Performance Indicator) mereka tidak diketahui. Makanya, saya dan teman-teman PSI berinisitif membuat ‘Open Parliament’. Sehingga warga bisa menilai, memantau  bahkan memberi rating untuk kinerja para anggota dewan nya” paparnya.

Apabila hal ini dijalankan, Ara yakin akan membuat parlemen Indonesia jadi lebih bersih dan transparan. Agar bisa meningkatkan kembali kepercayaan publik pada kinerja parlemen nya.

“Maka dari itu saya beranikan diri maju jadi caleg, karena saya yakin bisa membawa perubahan,” tutupnya.

BAGIKAN