Gunung sampah di Bantargebang, Bekasi. Foto: Dok Rayapos

@Rayapos | Jakarta – Jasa Ahok sebagai Gubernur DKI terus-menerus dibawa-bawa. Wakil Walikota Bekasi, Jabar, Tri Adhianto menyatakan, dulu Gubernur Ahok perhatian soal dana kemitraan dan kompensasi terkait bau sampah Bantargebang.

Kini, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, menurut Tri, sangat lemah dalam hal perhatian tentang itu.

Bukan hanya itu. Tri juga menyebut kinerja Ahok tentang pembangunan jalan tol yang dia nilai bagus.

“Kenapa yang dulu bisa terjalin dengan baik, sekarang kok gubernur menjauh. Dulu (pembangunan) tol zaman Pak Ahok juga suka bantu,” ujar Tri kepada wartawan, Jumat (19/10/2018).

Ini terkait pembuangan sampah dari Jakarta ke Bantargebang, Bekasi. Berlangsung setiap saat dalam volume ribuan ton. Maka, Pemprov DKI dulu sudah dijalankan Gubernur Ahok, memberikan dana kompensasi bau.

Terkait:

Wawalkot Bekasi Puji Ahok Banding Anies, Disanggah Gerindra

Mau Dibawa Kemana… Sampah Jakarta?

Perbandingan itu disampaikan Tri guna menanggapi dana hibah kemitraan yang belum cair. Pemkot Bekasi mengajukan dana hibah Rp 2 triliun ke Pemprov DKI Jakarta.

Dana hibah masuk perjanjian antara DKI dan Kota Bekasi. Ada 41 item perjanjian terkait pemanfaatan lahan di Bantargebang untuk pembuangan sampah dari Jakarta.

“Sudah (diajukan). Sudah cukup lama dari Maret. Kita melihat saja ya kalau 2019 ini tidak dibantu, ada pekerjaan yang belum selesai,” ujarnya.

Dia mencontohkan: “Seperti pembangunan flyover Cipendawa dan Rawa Panjang. Adanya kemitraan itu lahir saat zaman Pak Jokowi dan Pak Ahok.”

Baca Juga:

Denmark Terbuka 2018: Indonesia Pastikan Tempat di Final

Eiiits… Payudara Siva Kesenggol Atlet, Nih Videonya Bikin Heboh

Dari Rp 2 Trilun, Dibayar Rp 196 Miliar

Proposal dana hibah yang diajukan Pemkot Bekasi sudah diproses.

Namun DKI baru membayar dana kompensasi bau kepada warga sekitar Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang.

“Yang hilang itu dana kemitraan Rp 2 triliun dan yang Rp 196 miliar itu dana kompensasi (yang sudah dibayar). Kita minta perhatian,” sambungnya.

Kepala Biro Tata Pemerintahan DKI Jakarta Premi Lestari sebelumnya mengatakan Pemkot Bekasi mengajukan dana hibah sebesar Rp 2,09 triliun ke Pemprov DKI Jakarta. Proposal diajukan pada Senin (15/10/2018).

Premi menjelaskan, dana yang diajukan Pemkot tersebut belum bisa diputuskan.

Sebab, harus ada pembahasan lebih dulu dalam rapat Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS).

Premi menuturkan, awalnya Pemkot Bekasi mengajukan dana bantuan sebesar Rp1 triliun, tapi kemudian direvisi menjadi Rp 2,09 triliun.

Kata Premi, dana yang diajukan Pemkot Bekasi untuk pembangunan flyover Cipendawa, flyover Rawa Panjang, sampai pembebasan lahan Jalan Siliwangi. (*)

BAGIKAN