Kirim Tim Advokasi Ke Sudan, Kapolri Bantah Tuduhan Polri Selundupkan Senjata

@Rayapos | Jakarta: Tuduhan otoritas negara Sudan kepada anggota pasukan perdamaian PBB yang bertugas di Sudan, bahwa personel polisi  Indonesia mencoba menyelundupkan senjata keluar dari Sudan dibantah Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

Adapun berita tersebut pertama kali dihembuskan oleh koran lokal Sudan Tribune, yang menyatakan personel Indonesia tertahan di Bandara Al Fasher karena membawa puluhan senjata dan sejumlah besar amunisi ilegal.

Menanggapi hal tersebut, Tito menyatakan sepuluh tas yang disangka milik personel Indonesia, bukanlah milik Formed Police Unit (FPU) ke 8 Polri. Saat ini 139 anggota Polisi Indonesia yang hendak pulang setelah selesai menjalankan misi perdamaian, tertahan di di negara itu.

“Hasil investigasi awal kita, baik dari kedutaan maupun laporan anggota yang ada di sana, itu menunjukkan indikasi kuat bahwa sepuluh koper itu bukan milik dari tim FPU Polri,” ujar Tito di kompleks PTIK, Jakarta, Rabu (25/1).

Lebih jauh Tito menjelaskan bahwa 141 koper milik personel Indonesia semua sudah melewati pengecekan dan tidak ditemukan masalah. Setelah tiba di bandara, semua koper personel Polri dicek kembali dan diberi tanda khusus, untuk membedakan dengan koper milik orang lain.

Di dekat tumpukan barang-barang milik Polri, terdapat sepuluh koper lain yang kesemuanya berbeda, serta tanpa identitas. Otoritas Bandara Sudan berkali-kali menanyai apakah itu milik anggota Polri dan berkali-kali juga dijawab tidak.

Setelah petugas bandara melakukan pemindaian x-ray dan menemukan puluhan jenis senjata dan amunisi, tuduhan langsung diarahkan kepada anggota Polri.

“Petugas kita menyangkal bahwa itu bukan milik kita dan tempatnya berbeda dengan tempat koper kita,” kata Tito.

Saat ini TNI Polri sudah mengirimkan tim ke negara tersebut untuk  membantu  menyelesaikan kasus tersebut.

“Kami berangkat beri bantuan hukum, koordinasi setempat, termasuk PBB dan otoritas Sudan,” kata Tito.

Seperti diketahui, Indonesia selalu mengirimkan pasukan perdamaian di bawah bendera PBB dengan nama UNAMID, untuk membantu mengawasi Sudan yang terjerumus ke dalam konflik horisontal.

Comments

comments

LEAVE A REPLY