Truk sampah Pemkot Bekasi

@Rayapos | Jakarta – Pemprov DKI Jakarta telah mencairkan dana hibah Rp 194 miliar ke Pemkot Bekasi. Uang itu digunakan untuk pemanfaatan lahan Bantar Gebang sebagai Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST).

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengaku, hibah tersebut merupakan anggaran untuk bantuan keuangan TPST berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak.

Baca juga:

Terseret Kasus Tipu Gelap, Ahmad Dhani Juga Kesal Jadi Tersangka

Berkaca Pilkada DKI, Begini Cara Sandiaga Kuatkan Mental Relawan

Kendati begitu, Anies bakal kembali melakukan pengecekan apa yang menjadi kekurangan dan yang belum ditunaikan oleh Pemprov DKI Jakarta.

“Kemarin jadi kalau dibilang ada yang belum saya tidak mau buru-buru bantah saya akan cek. Apabila ada yang memang harus ditunaikan dan belum ya kami tunaikan, tapi kalau dari data yang kami ada sudah makanya akan saya cek,” kata Anies di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (19/10/2028).

Jika disebut belum menunaikan kewajiban, Anies pun mengaku bakal membantah setelah melakukan verifikasi.

Ia menerangkan, hal ini adalah perjanjian antar pemerintah sehingga pihaknya tidak akan menunda pencairan agar terbebas dari tanggung jawab.

“Kalau uangnya kita undur masa uangnya bisa diundur dulu. Kalau di pemerintahan tidak. Kalau di Pemerintahan justru semakin cepat dicairkan makin terbebas dari tanggung jawab. Jadi sebenarnya kalau dari sisi pemerintah begitu ada kewajiban,” pungkasnya.

Sebelumnya dikabarkan Kadishub Kota Bekasi Yayan Yuliana mengatakan razia dan penahanan truk sampah DKI lantaran banyaknya pelanggaran yang diabaikan dadi perjanjian Pemprov DKI dan Kota Bekasi.

Diakui Yayan salah satunya adalah dana kompensasi bau ke Bekasi.

Menurutnya selain itu masih ada beberapa item kesepakatan yang belum ditunaikan oleh Pemprov DKI Jakarta.

“salah satunya tentang pengangkutan sampah itu, ada juga tentang kompensasi. Dari beberapa item, DKI belum melaksanakan kewajiban-kewajiban itu,” ujar Yayan.

Dijelaskan Yayan, perjanjian antara Bekasi dan DKI juga mengatur tentang pengangkutan dan rute. Terkait razia truk sampah milik pemprov DKI, dia juga mempermasalahkan hal itu.

“Waktu pengangkutan ini kan diatur untuk yang tol (Bekasi) Barat ini dari jam 9 malam sampai jam 5 (pagi), itu kendaraan semua jenis bisa melewati situ. Kalau dari jam 5 pagi sampai jam 9 malam, hanya kendaraan yang berjenis konvektor (penutup),” kata dia.