Kivlan Zein tolak disebut terlibat aksi kerusuhan YLBHI

@Rayapos.com | Jakarta: Mayor Jenderal TNI (Purn) Kivlan Zein membantah tuduhan Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) yang menyebutnya sebagai aktor di belakang pengepungan yang berujung kerusuhan di kantor YLBHI/LBH Jakarta, Pada Minggu (17/9) hingga Senin (18/9) dini hari.

Meski membantah, Kivlan tak mengelak jika ia hadir dalam pertemuan di rumah yang terletak di Menteng No. 58 pada Jumat (15/9) atau dua hari sebelum pengepungan terjadi.

“Saya hadir untuk memberikan nasihat soal adanya demonstrasi. Datang karena diundang. Bukan memimpin, tapi untuk berbicara,” kata Kivlan di kantor Bareskrim Polri di Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (19/9/2017).

Pada pertemuan itu, Kivlan mengaku hanya hadir untuk memberikan nasihat agar aksi unjuk rasa jangan sampai terjadi kerusuhan. Pada pertemuan itu mantan kepala staf Kostrad ini mengingatkan kepada peserta aksi untuk tidak melanggar hukum.

“Saya bilang jangan masuk di halaman karena akan delik hukum. Jangan merusak, jangan lempar kaca. Kalau dipukul foto yang mukul kamu nah berarti mereka yang nyerang,” ujar dia.

Ia pun tak menyangkal kenal dengan sosok bernama Rahman Himran. Nama yang juga disebut-sebut sebagai aktor intelektual pengepungan tersebut.

“Saya tahu dan kenal. Rapat dia hadir untuk koordinasi. Mereka atas nama aliansi mahasiswa pemuda anti komunis. Dia undang saya, tapi tidak ada koordinasi. Saya hanya nasihatkan saja jangan buat kerusuhan dan jangan melanggar hukum,” pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua Bidang Advokasi YLBHI, Muhammad Isnur menduga ada dua orang yang terlibat dalam pengepungan kantor YLBHI di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Senin (18/9) dini hari.

Kedua orang yang diduga terlibat dalam aksi pengepungan dan penyerangan itu adalah IH (Rahman Ihram) dan KZ (Kivlan Zein) mantan petinggi TNI berpangkat mayor jenderal.

Ditengarai, IH saat ini menjabat sebagai presidium 313 dan Kordinator Aksi Masyarakat Antikomunis. Sementara KZ diduga memimpin rapat koordinasi sebelum aksi.

Isnur berharap polisi menindaklanjuti dugaan ini dengan cara menelusuri jejak aktivitas mereka di media sosial atau telepon genggam.

Senada dengan Kivlan, Rahmat Himran mengaku tidak terima dituding sebagai aktor penggerak aksi di kantor YLBHI/LBH Jakarta yang berakhir ricuh. Menurutnya, tuduhan yang sempat disampaikan oleh salah satu advokat dari LBH Jakarta itu adalah tidak benar.

Comments

comments

BAGIKAN