KKN Posdaya dibahas di Binagraha

rayapos.com - Asuransi kesehatan
Prof. Dr. Haryono Suyono

@Rayapos.com : Jakarta: Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik Posdaya melalui 450 Perguruan Tinggi di Indonesia, telah menghasilkan terbentuknya sekitar 55.000 pos pemberdayaan keluarga (Posdaya) di tingkat desa dan ribuan lagi Posdaya berbasis Masjid.

Kantor Staf Presiden RI yang dipimpin oleh Deputy Dr Januar Nugroho, didampingi para asistennya, Dr Theresia Sembiring, Dr Agung Harjono serta staf lainnya, minggu lalu menggelar pertemuan khusus dengan para pejabat teras berbagai Kementerian, antara lain Dirjen Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Prof Intan Ahmad  PhD.

Hadir pula wakil-wakil dari Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Agama, Ketua Forum Rektor Prof Dr Suyatno dan Wakil Yayasan Anugerah Prof Dr Haryono Suyono dan Dr. Aam Bastaman, wakil Universitas Parahyangan Bandung Dr Tuty dan Ketua LPPM Universitas Trilogi Dr Rizal Taufikurohman serta jajaran berbagai instansi lain termasuk dua wakil donor komunitas yang beroperasi di Indonesia, membahas kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang dilakukan banyak perguruan tinggi di Indonesia.

Bahasan ini dimaksud melihat kegiatan ini mempercepat dan meningkatkan efisiensi KKN dalam pembangunan nasional. Minggu sebelumnya, Asisten SKP Dr Theresia Sembiring berkunjung ke Universitas Trilogi dan diterima oleh Rektor yang kebetulan adalah Wakil Ketua Forum Rektor, dan Ketua LPPM Trilogi Dr Rizal mengundang Pembina Trilogi, yang juga pembina Yayasan Anugerah, sebelumnya Ketua Yayasan Damandiri, yang telah mengembangkan KKN tematik Posdaya melalui 450 Perguruan Tinggi di Indonesia.

Melalui KKN itu telah terbentuk sekitar 55.000 Posdaya di tingkat desa dan ribuan Posdaya berbasis Masjid,  yang dikembangkan utamanya bersama Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang dan banyak UIN lainnya serta Dewan Masjid Indonesia (DMI) di seluruh Indonesia.

Pembahasan kegiatan KKN tersebut dibuka oleh Dr Januar Nugroho dengan pengantar tentang maksud pemerintah mengajak dan meningkatkan peran KKN membantu mendampingi pembangunan di tingkat pedesaan,  yang dewasa ini sangat digencarkan oleh Presiden Jokowi dengan seluruh jajaran kabinetnya.

Dr Januar yang memimpin pertemuan meminta agar Dr Tuty dari Universitas Parahiyangan yang telah menyelenggarakan kegiatan KKN dengan dukungan lembaga internasional Australia Kompas menuturkan, pengalamannya selama kegiatan KKN di beberapa kabupaten di Jawa Barat.

Kemudian Prof Haryono Suyono diberi kesempatan menguraikan secara lengkap proses KKN tematik Posdaya yang melibatkan puluhan ribu mahasiswa dari 450 perguruan tinggi dari seluruh Indonesia sejak tahun 2006 bekerja sama dengan pemerintah kabupaten dan kota serta bersama UIN dan Perguruan Tinggi Islam lainnnya, Dewan Masjid Indonesa (DMI) dan menghasilkan tidak kurang dari 55.000 Posdaya di seluruh desa di Indonesia kecuali di Papua.

Posdaya di desa dikembangkan secara nasional berbasis Pancasila sehingga para anggotanya pertama-tama disegarkan budaya gotong royongnya. Setelah itu, pada tahun 2006-2015 diarahkan untuk secara mandiri memberdayakan dan membangun keluarga sesuai sasaran MDGs dengan delapan targetnya.

Mulai tahun 2015 sampai dewasa ini diarahkan sesuai sasaran SDGs, strategi pembangunan berkelanjutan yang ditetapkan PBB untuk menghapuskan kemiskinan, kelaparan dan mempersempit kesenjangan pada akhir tahun 2030, tiga target utama dari 17 target yang menjadi sasaran pembangunan berkelanjutan.

Dari 55.000 Posdaya itu pada Posdaya yang berhasil bisa dikembangkan kegiatan usaha kecil, industri kecil bahkan peternakan kambing dan sapi oleh keluarga setempat dengan modal mandiri atau modal pinjaman kredit dari lembaga Bank komersial atau Bank BPD dan Bank UMKM yang dikelola oleh pemerintah dan swasta.

Tidak sedikit Posdaya yang membentuk Koperasi dari kumpulan anggotanya dengan modal dari bantuan Yayasan atau bantuan pihak lain, termasuk bantuan dari Baznas. Mulai akhir tahun 2016 banyak Posdaya digerakkan bersama kegiatan Baznas tingkat Pusat dan DIY, Jatim dan Jateng guna meningkatkan kegiatan ummat Islam membayar zakat, infak dan sadakoh serta membantu kaum dhuafa memperoleh sumbangan untuk pengentasan kemiskinan.

Para mahasiswa KKN digerakkan membantu keluarga miskin dengan pelatihan dan penggunaan dana sumbangan untuk usaha yang lebih berkelanjutan. Di Jawa Timur, atas petunjuk Gubernur dan Dinas Pendidikan, banyak SMK dilibatkan dalam kegiatan KKN mahasiswa dengan mengadakan kegiatan lapangan di desa, tidak saja di sekolahnya, sehingga siswanya mengadakan praktek kerja di desa. Hasil praktek kerja itu tidak disimpan di gudang sekolah tetapi disumbangkan kepada rakyat di desa.

Para pemuda dan keluarga muda di desa ikut serta bersama siswa dalam pelatihan dan praktek lapangan di desa.  Sehingga, SMK ikut serta dalam upaya pengentasan kemiskinan secara tidak langsung di desa-desa.

Mulai pertengahan tahun ini KKN beberapa perguruan tinggi, utamanya di Jawa Timur, di Kabupaten Malang dan Surabaya, serta di Sumatera Utara, dipadukan dengan upaya TMMD (TNI Manunggal Membangun Desa) serta kegiatan Babinsa yang membina masyarakat desa di setiap desa.

Yayasan Anugerah dan Maporina ikut memberi pelatihan dan pengisian ketrampilan para Babinsa dari seluruh Indonesia dalam bidang pertanian dan peternakan, utamanya dalam penggunaan pupuk Organik yang menghasilkan tanaman dan ternak yang bebas dari pengaruh zat kimia,  sehingga laku jual dengan harga yang lebih tinggi.

Setelah paparan pengalaman KKN tersebut, Pimpinan Sidang memberi kesempatan kepada wakil-wakil dari Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Agama serta wakil-wakil lain untuk memberi tanggapan.

Salah satu wakil, Direktur Kementerian Dalam Negeri yang mewakili Dirjennya memberi tanggapan, agar para mahasiswa KKN tidak merusak tatanan yang ada di desa tetapi membantu masyarakat sesuai aturan yang telah ditetapkan.

Wakil dari Kementerian Agama yang memiliki pengalaman dan pengetahuan tentang KKN yang dilaksanakan beberapa UIN, termasuk UIN Maulana Malik Ibrahim, memberikan tanggapan yang sangat positif tentang manfaat dan keberhasilan KKN tersebut di Masjid dan desa-desa yang dikunjungi oleh mahasiswa berbagai UIN di seluruh Indonesia.

Prof Intan Ahmad, PhD. Dirjen Pembelajaran dan Kemasyarakatan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, memberi tanggapan positif dan menyatakan bahwa KKN telah dilaksanakan oleh berbagai perguruan tinggi dengan baik dan membawa dampak yang positif terhadap pengayaan mahasiswa dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi maupun untuk masyarakat luas.

KKN diikuti dan dilaksanakan berdasar berbagai metoda dan masing-masing memberikan pelajaran yang sangat berharga baik untuk mahasiswa maupun bagi dosen pembimbing. Dua wakil donor yang hadir memberikan apresiasi kegiatan mahasiswa berbagai perguruan tinggi binaannya dan dukungan terhadap peningkatan mutu akademis maupun mutu pengabdian mahasiswa di lapangan.

Akhirnya Pimpinan Sidang, Dr. Januar Nugroho, menjanjikan akan mengadakan pertemuan yang lebih intensif untuk menghasilkan suatu MOU atau bentuk lain agar KKN berbagai perguruan tinggi bisa memberi manfaat untuk perguruan tinggi, untuk pembangunan dan kesejahteraan masyarakat secara luas.

(Prof. Dr. Haryono Suyono, mantan Menko Kesra dan Taskin RI).

Comments

comments