Tim SAR gabungan memasukan kotak penyimpan berisi bagian dari kotak hitam (black box) pesawat Lion Air bernomor registrasi PK-LQP dengan nomor penerbangan JT 610 ke dalam koper usai ditemukan di atas KR Baruna Jaya I, di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, Kamis (1/11/2018). Bagian dari kotak hitam tersebut diserahkan ke pihak KNKT untuk dilakukan investigasi lebih lanjut. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/wsj.

@Rayapos | Jakarta – Pencarian bangaki pesawat Lion Air JT 610 masih terus dilanjutkan. Proses investigasi pun sedang dilaksanakan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Dari hasil penyelidikan terbaru, KNKT mengungkapkan temuan terbaru dari hasil analisis terhadap Flight Data Recorder (FDR) yang terdapat dalam black box Lion Air PK-LQP.

Menurut KNKT, terdapat kerusakan pada sensor AOA atau Angle of Attack.

“Setelah dilakukan troubleshooting (pencarian sumber masalah secara sistematis), yang rusak adalah AOA,” ujar Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono di kantornya, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (7/11/2018).

Baca juga: Lion Air yang Jatuh Angkut Puluhan Pegawai Kemenkeu dan BPK RI

“AOA itu mengukur sudut pesawat terhadap aliran udara. Jadi, kalau pesawatnya seperti ini (kondisi mendatar), ini nol, tapi kalau pesawatnya naik, nah itu AOA itu berapa derajat terhadap aliran udara akan terbaca,” imbuh Soerjanto.

Soerjanto mengatakan sensor AOA menunjukkan perbedaan pada penerbangan JT 610 sebelum mengalami kecelakaan naas, yaiut dari Bali ke Jakarta. Dalam penerbangan itu, AOA pesawat PK-LQP sebelah kiri berbeda 20 derajat dengan sebelah kanan.

“Pada penerbangan dari Denpasar ke Jakarta, muncul perbedaan penunjukan AOA, yang mana AOA sebelah kiri berbeda atau lebih 20 derajat dibanding sebelah kanan. Pilot melakukan beberapa prosedur dan akhirnya dapat mengatasi masalah dan pesawat dapat mendarat di Jakarta dengan selamat,” ujar Soerjanto.

FOTO: Kotak Hitam Lion Air JT-610 Ditemukan, Begini Bentuknya

Soerjanto juga menambahkan bahwa sensor AOA itu sudah diganti setelah pilot melaporkan adanya kerusakan pada penunjuk kecepatan atau airspeed indicator (bagian dari AOA).

Baca juga: Kecelakaan Lagi, Lion Air PK-LGY Tabrak Tiang di Bandara

Sementara itu, Kepala Subkomite Penerbangan KNKT Nurcahyo Utomo mengungkapkan, kerusakan AOA ini merupakan salah satu masalah yang muncul di kokpit. Ini menjadi alasan pendorong KNKT untuk segera menemukan Cockpit Voice Recorder (CVR) pesawat Boeing 737 MAX 8 tersebut.

“Kita butuh mendengarkan diskusi mereka apa, bagaimana mereka mengambil keputusan dan bagaimana koordinasi kokpit. Ini yang sangat kita butuhkan dari CVR untuk ditemukan,” papar Nurcahyo.

Terkait strategi pencarian CVR Lion Air, seperti diungkapan Nurcahyo, KNKT tetap menggunakan pinger dan mengerahkan penyelam secara manual untuk menggali lumpur yang menimbun CVR. Namun, karena kemungkinan tertimbun lumpur yang cukup dalam, sinyal ‘ping’ yang didapat sangat lemah.

BAGIKAN