Komjen Tito Karnavian: Lembaga Pemasyarakatan Dijadikan Pos Komando Para Pelaku Terorisme

Foto: rayapos.com

@Rayapos | Jakarta: Pernyataan mengejutkan datang dari Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Tito Karnavian, yang mengatakan pengendalian dan perencanaan aksi-aksi terorisme di tanah air datang dari lembaga pemasyarakatan (Lapas) yang tersebar di tanah air.

Menurutnya, lapas dijadikan sebagai “pos komando”, tempat berkumpulnya para napi teroris yang kemudian melakukan perencanaan dan koordinasi untuk melancarkan aksi.

“Hampir semua yang ditangkap, kasus jalan Thamrin diantaranya, tersangka Abu Gar dan dia menyatakan bahwa perencanaan bom Thamrin di Lapas Nusakambangan. Antara Abugar, Maman Abdurrahman, dan Iwan Darmawan alias Rohis yaitu mastermind kasus bom di Filipina tahun 2004,” kata Tito saat raker dengan Komisi III DPR, Rabu (13/4).

Mengantisipasi temuan tersebut, ia mengusulkan untuk segera dibentuk tim manajemen yang secara khusus akan menangani semua narapidana terorisme. Di samping itu, ia juga mengemukakan ide untuk mendirikan lapas dengan maximum security, seperti halnya di negara-negara maju yang memiliki lapas dengan tingkat keamanan super ketat untuk narapidana dengan kejahatan khusus.

Adapun lokasi lapas tersebut, disebutkan Tito akan dibangun di lokasi terpencil jauh dari jangkauan publik.

“Teryata para anggota jaringan dapat menyerang mudah ke Lapas Nusakambangan dengan cover kunjungan keluarga, mereka justru berkomunikasi, menyampaikan informasi, bahkan melakukan perencanaan disana,” tutupnya.

LEAVE A REPLY