Foto: Rayapos/ARFA

@Rayapos | Jakarta – Sebagai tuan rumah pada pesta olahraga bangsa Asia, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat bertekad membawa Indonesia meraih target 10 besar.

Hal itu diungkapkan langsung oleh, Ketua Umum KONI Pusat Tono Suratman saat menggelar acara buka puasa bersama dikantornya.

Tono mengatakan demi mengawal target kejuaraan multi event empat tahunan tersebut, pihaknya akan melaksanakan program sesuai dengan tugas dan fungsinya sebagai induk organisasi cabang olahraga di Indonesia.

“Target posisi sepuluh besar dengan asumsi kita harus mampu meraih 14-16 emas. Makanya kita semua harus mengawal demi target itu,” ujar Tono, Kamis (7/6/2018) malam.

Demi menyukseskan target, lanjutnya, KONI Pusat telah membentuk tim yang akan melakukan pengawasan dan pendampingan kepada semua cabang olahraga yang bakal turun di Asian Games 2018, Agustus mendatang.

Pengawasan dan pendampingan pelaksanaan itu akan dipimpin langsung oleh Ketua Tono Suratman dan Wakil Ketua Suwarno. Adapun fokusnya pada pengembangan prestasi atlet.

“Selain itu ada empat koordinator yang bekerja berdasarkan kategori olahraga yang dipertandingkan. Yang jelas kegiatan ini dilakukan agar program persiapan tepat sasaran,” kata Tono.

Baca Juga:

Habiskan Dana Miliaran, Publikasi Program Gowes Kemenpora Tetap Mendem

Eric Abidal Ditunjuk Sebagai Direktur Olahraga Barcelona

Untuk kategori bela diri, tugas pengawasan, dan pendampingan akan dipimpin Dody Usodo Hargo. Olahraga terukur dipimpin Surya Dharma, cabang olahraga akurasi dipimpin Ekawahyu Kasih, dan cabang permainan dipimpin Nanang Djuana Priadi.

Diwaktu yang sama, wakil ketua KONI Inugraha menambahkan, dengan adanya pengawasan dan pendampingan maka akan terlihat jelas semua persiapan termasuk pemetaan cabang olahraga. Termasuk cabang yang menjadi prioritas untuk meraih medali di kejuaraan empat tahunan ini.

“Dengan adanya pembagian kategori kami harapkan proses pengawasan dan pendampingan bisa berjalan maksimal dan KONI akan melaporkan secara periodik kepada Menpora Imam Nahrawi. Kita tahu persaingan bakal ketat, makanya persiapan harus dilakukan terencana, matang, dan terukur,” pungkasnya.

Seperti diketahui, mayoritas cabang olahraga sudah memasuki tahap prakompetisi, sedangkan sisanya tengah menjalani TC di luar negeri. Fase tersebut diharapkan mampu dimaksimalkan masing-masing atlet untuk mengevaluasi apa yang masih menjadi kekurangan agar benar-benar siap saat berlaga di arena sesungguhnya.

BAGIKAN