Detik-detik maut tragdei 'Surabaya Membara' di Viaduk Tugu Pahlawan Surabaya, tadi malam. Foto: Capture Youtube

@Rayapos | Surabaya – Tragedi pertunjukan “Surabaya Membara” memakan korban puluhan orang. Tiga tewas, 20 lainnya luka parah. Meski ada tregadi, pertunjukan tetap berlangsung.

Tragedi terjadi di Viaduk Jalan Pahlawan Surabaya saat tearikal Surabaya Membara, Jumat (9/11/2018) malam. Puluhan orang terjatuh dari viaduk setinggi sekitar tujuh meter, akibat tersenggol KA lewat.

Menanggapi tragedi ini, Taufik Monyonk alias M Taufik Hidayat, Ketua Komunitas Surabaya Membara menjelaskan, tragedi di luar kendali panitia.

“Kami sudah menghimbau berulang kali, mereka hanya acungkan jempol. Di luar kendali kami karena lokasi yang kami siapkan di Jalan Pahlawan,” katanya.

Dia lanjutkan: “Lepas rel di luar pengawasan kita, bahkan penonton sampai Pasar Turi.”

Taufik mengaku jarak pandangnya tidak sampai ke arah viaduk.

“Memang dua, tiga tahun lalu, tidak ada kereta lewat, sampai selesai acara. Saya juga tidak tahu jadwal kereta lewat. Kok, tadi ada kereta lewat,” tambahnya.

Taufik menjelaskan ini karena antusias masyarakat yang luar biasa besarnya. Sehingga mereka memaksa bisa menyaksikan drama kolosal, dari tempat yang memungkinkan meski berbahaya.

Baca Juga:

Inilah Titik Lokasi Cewek Bule Dibegal Payudara

Korut Batalkan Pertemuan dengan Menlu Amerika Serikat

Kejadian kecelakaan maut itu berlangsung saat prolog drama kolosal dibacakan. Taufik punya alasan sendiri kenapa pertunjukan itu tetap diteruskan, meski pihak panitia sudah tahu adanya kecelakaan.

“Teman-teman ini sudah bekerja keras, banyak teman dari daerah juga sudah latihan 1 bulan, banyak yang syok juga. Kasihan kalau tidak jadi tampil,” katanya.

Dia berkilah: “Meski begitu pertunjukan yang asalnya 60 menit, jadi 40 menit.”

Dia menambahkan, sebagai ketua komunitas Surabaya Membara, pihaknya menyampaikan turut berdukacita.

Dia merasa khawatir beberapa korban di antaranya adalah adik-adiknya yang pernah mengikuti Surabaya Membara. (*)

Simak videonya di sini: