Petugas Basarnas membawa korban selamat gempa dan tsunami yang terjebak di dalam restoran Dunia Baru, Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (30/9). (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

@Rayapos | Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat korban meninggal akibat gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah mencapai 2.010 orang. Seluruh jenazah sudah dimakamkan.

“Jumlah korban jiwa per pukul 13.00 WIB, 2.010 orang meninggal dunia,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho di kantor BNPB, Jalan Pramuka, Jakarta Timur, Selasa (9/10/2018).

Baca juga:

Jokowi Ucap Alfatekah Dikritik Penonton, Ini Videonya

Ratna Di-pingpong antara Ahoker dan Wowower

Rincian 2.010 korban meninggal itu terdiri dari 1.601 korban jiwa di Palu, 171 korban di Donggala, 222 korban di Sigi, 15 korban di Parigi Moutong, dan 1 orang di Pasangkayu, Sulawesi Barat.

“Pemakaman massal 934 jenazah, pemakaman keluarga 1.076 jenazah,” ujarnya.

Sementara, korban luka mencapai 10.679 orag. 2.549 di antaranya luka berat dan 8.130 luka ringan.

Sebelumnya, Posko Komando Tugas Gabungan Terpadu (Kogasgabpad) di Palu mengungkapkan bahwa korban tewas hingga Selasa (9/10) mencapai 2.002 orang.

Di samping itu, rumah rusak akibat gempa dan tsunami yang terjadi pada Jumat (28/9) itu mencapai 67.310 unit. Rinciannya, di Kota Palu sebanyak 65.733 unit, di Kabupaten Sigi 897 unit, dan di Kabupaten Donggala 680 unit. Masyarakat yang mengungsi terdata sekitar 74 ribu orang.

BAGIKAN