Beginilah kondisi korban Surabaya Membara. Bergelimpangan kayak ikan pindang. Foto: Alfi

@Rayapos | Surabaya – Drama kolosal “Surabaya Membara” memakan korban puluhan orang. Tiga tewas. 20 luka parah. Mereka tersenggol KA yang melintas di viaduk Tugu Pahlawan.

Korban adalah para penonton pertunjukan drama kolosal ‘Surabaya Membara’. Drama ini untuk memperingati Hari Pahlawan 10 November. Dan, Surabaya sebagai Kota Pahlawan, rutin menggelar pertunjukan.

Tragedi terjadi sekitar pukul 20.00 WIB. Waktu itu, drama kolosal baru saja sekitar 15 menit berlangsung.

TERKAIT:

Video… Tragedi Maut Surabaya Membara, Puluhan Orang Tertabrak KA

Korban Bergelimpangan, Drama Surabaya Membara Terus Membara

Seluruh korban dievakuasi di 3 rumah sakit di Surabaya yakni RSU dr Soetomo, RSUD Suwandhie dan RS PHC Tanjung Perak Surabaya.

Dari 3 korban meninggal di lokasi kejadian, baru 1 yang berhasil diidentifikasi yakni atas nama Erikawati (9), pelajar di SD Dharma Siswa Surabaya dan beralamat di Kalimas Barat nomor 61 Surabaya.

“Dua lainnya belum diidentifikasi. Satu jenazah dievakuasi di RSU dr Soetomo dan 1 lagi di RSUD Soewandhie,” kata Kanit Laka Lantas Polrestabes Surabaya, AKP Antara.

Baca Juga:

M. Taufik Bantah Jadi Anggota Tim Formatur Cawagub DKI

Korut Batalkan Pertemuan dengan Menlu Amerika Serikat

Lima korban luka yang dirawat di RSU dr Soetomo:
1. Masanah (40), warga Jalan Kedinding Tengah Gg IV nomor 34, Surabaya,

2. Radian Permadi (16), warga Jalan Wonokusumo Bakti Gg I nomor 19, Surabaya,

3. Bayu Prasetyo (21), warga Jalan Sidotopo Jaya, Surabaya,

4. A Nur Aziz (19), warga Jalan Karang Empat 9/28, Surabaya, dan

5. M Maulana Saifudin, warga Jalan Greges Gang Makam nomor 20 Surabaya.

Sebanyak 12 korban luka yang dirawat di RSUD Soewandhie Surabaya, yakni:

1. Rojak Ali Pratama (17) warga Jalan Uka 18-A/6, Surabaya,

2. Achmad Qomarudin (17) warga Jalan Kendung Indah Gg V nomor 1, Surabaya,

3. Achmad Umar Jafar (13) warga Jalan Simokerto I nomor 85, Surabaya,

4. Moch Nur Saifullah (13), warga Jalan Raya Greges nomor 11, Surabaya,

5. Andi Rahman Saputro (15) warga Jalan Dupak Bangunsari Gg I nomor 02, Surabaya,

6. Rafli (12), warga Jalan Ikan Kerapu nomor 14, Surabaya,

7. Rahmat Agung, warga Jalan Kendung Indah IB/3, Surabaya,

8. Yusnu Sofa, warga Jalan Kedinding tengah 4D/34, Surabaya.

9. Suci Anggraeni, warga Jalan Simo Hilir 6J, Surabaya,

10. Nabila (15), warga Jalan Ikan Kerapu I/5, Surabaya,

11. Iqbal, warga Jalan Kejawan Lor II/19, Surabaya, dan

12. Risma, warga Jalan Platuk Donokerto I D/9, Surabaya.

Adapun 3 korban yang dirawat di RS PHC Tanjung Perak Surabaya, yakni:

1. Kim Aldi Sahputra (19), warga Jalan Tuwowo Rejo 3 nomor 23 RT/RW 04/04, Kelurahan Kapas Madya, Kecamatan Tambaksari, Surabaya,

2. Miftahul Qaromah, warga Jalan Kenjeran 86 DKA RT/RW 06/01, Kelurahan Kapasan, Kecamatan Simokerto, dan

3. Liana (37), warga Jalan Kalimas Barat, Kelurahan Krembangan Utara, Kecamatan Pabean Cantikan, Surabaya.

KAI: Tak Ada Koordinasi

Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop VIII Surabaya Gatut Sutiyatmoko mengatakan, panitia kegiatan Surabaya Membara tidak pernah melakukan koordinasi dengan PT KAI sehingga pihaknya tidak mengetahui adanya kegiatan itu.

Padahal, jalur kereta yang melintas di viaduk Jalan Pahlawan Surabaya tergolong jalur aktif yang tiap hari dilintasi 8-10 perjalanan kereta api.

“Kami juga tidak mendengar adanya imbauan dari panitia untuk meminta penonton di viaduk untuk turun,” ujar Gatut saat diwawancarai Kompas TV, Jumat (9/11/2018) malam.

Menurut Gatut, kereta yang melintas pukul 19.45 WIB itu adalah KRD Jurusan Sidoarjo-Surabaya Pasar Turi.

KA yang melintas di jalur itu berkecepatan rendah antara 30-40 kilometer per jam.

“Masinis sudah membunyikan semboyan 35 berupa seruling lokomotif dan sudah berupaya mengurangi kecepatan namun KA tidak bisa mengerem mendadak,” kata Gatut.

Gatut menerangkan, sesuai ketentuan dalam Pasal 181 ayat (1) UU 23 2007.

Setiap orang dilarang berada di ruang manfaat jalur kereta api, dilarang menyeret, menggerakkan, meletakkan, atau memindahkan barang di atas rel atau melintasi jalur kereta api.

atau menggunakan jalur kereta api untuk kepentingan lain, selain untuk angkutan kereta api. (*)

Simak videonya di sini: