Kota Malang Raih Penghargaan WTN Penuh

@Rayapos | Malang: Kota Malang, Jawa Timur, kembali meraih penghargaan Wahana Tata Nugraha (WTN) penuh dengan dua kategori, yakni bidang angkutan atau transportasi dan lalu lintas.

Wali Kota Malang Moch Anton sebelum bertolak ke Jakarta bersama Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang Kusnadi dan Kapolresta Malang AKBP Decky Hendarsono di Malang, Selasa, mengatakan penghargaan itu wujud apresiasi pemerintah pusat kepada Pemerintah Kota Malang atas kinerja yang selama ini dinilai sudah baik.

“Akan tetapi, dengan adanya penghargaan ini (WTN), bukan berarti kita menutup mata akan permasalahan lalu lintas yang ada di Kota Malang, kemacetan yang setiap saat terjadi di wilayah ini tetap harus menjadi perhatian kita dan membutuhkan solusi sesegera mungkin,” katanya.

Raihan penghargaan WTN tersebut berdasarkan Surat Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KP 588 Tahun 2016 tentang Penerima Penghargaan Wahana Tata Nugraha (WTN) untuk Pemerintah Provinsi, Kabupaten/Kota Tahun 2016.

Kota Malang menjadi salah satu dari 49 kabupaten/kota dan 11 provinsi di Indonesia yang akan menerima penghargaan WTN dari Wakil Presiden RI Jusuf Kalla, Selasa (31/1), yang digelar di Istana Wakil Presiden.

Wali Kota Malang Moch Anton didampingi Kapolresta Malang AKBP Decky Hendarsono serta Kepala Dinas Perhubungan Kota Malang Kusnadi bakal menerima langsung penghargaan tersebut.

Anton berharap ke depan Dinas Perhubungan terus bekerja dan berinovasi bersama Polresta Malang guna menyelesaikan permasalahan kemacetan yang saat ini menjadi momok bagi warga di kawasan perkotaan.

“Kali ini, Kota Malang mendapatkan penghargaan WTN penuh dengan dua kategori, yaitu angkutan dan lalu lintas. Ini patut kita syukuri bersama,” ucapnya.

Ia mengatakan penghargaan itu jangan sampai melupakan upaya untuk mencari solusi mengurai kemacetan lalu lintas di kota itu, sebab dari tahun ke tahun jumlah kendaraan meningkat dan ruas-ruas jalan semakin padat.

Meski baru berupa wacana, Pemkot Malang terus berupaya mencari solusi untuk mengurai kemacetan di tengah kota, mulai dari wacana pengadaan angkutan massal, seperti bus mini dan monorel hingga membangun jalan tembus alternatif arah Kota Batu, yakni Tlogomas-Karanglo.

Hanya saja, wacana yang dimunculkan sejak 2007 itu hingga kini tak satu pun yang terealisasi, terutama jalan tembus alternatif.[ant]

Comments

comments

LEAVE A REPLY