@Rayapos | Jakarta – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) bersikap ekstrem terhadap susu kental manis (SKM). KPAI meminta Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) menarik iklan kental manis yang menampilkan anak-anak.

KPAI menyatakan, khawatir iklan-iklan itu memengaruhi persepsi para orang tua terhadap produk Kental Manis.

Komisioner KPAI Bidang Kesehatan dan Napza Siti Hikmawati mengaku takut para orang tua masih beranggapan produk kental manis sebagai susu untuk anak, seperti dicitrakan dalam sejumlah iklan.

Padahal BPOM dan Kemenkes telah menetapkan Kental Manis bukan produk susu dan tidak diperuntukkan bagi balita.

“Kami khawatir orang tua menggunakan kental manis sebagai pengganti susu untuk anaknya,” kata Hikmawati kepada wartawan, Rabu (4/7/2018).

Baca Juga:

Menurut Siti produk kental manis memiliki skala gizi nol, namun pihaknya khawatir para orang tua justru menganggap produk tersebut sama bergizinya dengan susu murni, susu sapi atau susu sejenis.

“Kental manis ini gizinya nol, lebih banyak gula dan kalori tapi tidak ada vitaminnya,” kata Siti.

Persepsi para orang tua dikatakan Hikmah muncul karena banyak iklan dan slogan yang menampilkan produk Kental Manis sebagai susu seduh.

Iklan-iklan tersebut, menurut dia, bisa membentuk pola pikir orang tua bahwa Kental Manis adalah susu.

“Tentu berbahaya bagi kesehatan anak,” katanya.

Dari nilai gizi dan komposisi produk, Siti menyebut kental manis bukan susu melainkan gula atau pemanis yang diberi perasa susu. Siti mengingatkan bahwa kandungan gula yang banyak dalam produk itu bisa membahayakan kesehatan anak-anak.

“Dan di sana, di iklan, yang ditampilkan pun banyak anak-anak,” ujarnya.

Kata Siti, KPAI telah meminta KPI menarik iklan profuk kental manis sejak awal Ramadan lalu.

“Jadi waktu itu kami sudah sampaikan agar tak ada lagi iklan-iklan produk tersebut yang menampilkan anak,” katanya. (*)

BAGIKAN