KPI: Media Harus Adil Beritakan Pilkada

@Rayapos | Palembang: Komisi Penyiaran Indonesia atau KPI Daerah Sumatera Selatan mengingatkan kepada pimpinan media terutama media elektronika, baik radio maupun televisi, agar bersikap adil dalam pemberitaan atau publikasi terkait dengan pilkada.

“Media harus adil dalam kegiatan publikasi dan meliput proses penyelenggaraan pemilihan kepala daerah, media jangan sampai berpihak kepada salah seorang kandidat,” kata Komisioner KPI Daerah Sumsel Arwadi di Palembang, Senin (30/1).

Dia menjelaskan sesuai dengan UU Penyiaran, Pemilu, dan Kode Etik Jurnalistik, media harus bersikap independen, tidak diskriminatif, memberikan porsi seimbang dalam suatu pemberitaan, termasuk dalam sosialisasi atau pemberitaan setiap kandidat yang akan bertarung dalam pilkada.

Media, katanya, juga tidak boleh beriktikad buruk atau sengaja mencari keburukan seseorang atas kepentingan calon tertentu yang membayar atau memiliki unsur kedekatan dengan pemilik dan pengelola media untuk menjatuhkan pesaing atau lawan politiknya.

Ia mengatakan untuk menjaga kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif, media juga harus menghindari pemberitaan provokatif yang bersifat mengadu domba antarpendukung peserta pilkada.

Dia menjelaskan KPI Daerah Sumsel terus berupaya melakukan pengawasan terhadap isi siaran radio dan televisi menjelang pilkada pada 15 Februari 2017.

Berdasarkan hasil pengawasan tersebut, katanya, secara umum isi siaran radio dan televisi di wilayah Sumsel masih cukup adil dalam melakukan kegiatan terkait dengan pilkada.

Namun, katanya, saat ini mulai ada masukan dari masyarakat terkait indikasi media berpihak terhadap kandidat tertentu.

Untuk mencegah timbulnya protes dari masyarakat dan diambilnya tindakan tegas terhadap lembaga penyiaran yang terbukti berpihak terhadap calon peserta pilkada tertentu, pihaknya terus berupaya melakukan pengawasan dan pembinaan.

Dalam Pilkada 2017 di Sumsel hanya ada satu daerah yang menggelar pesta demokrasi itu, yakni Kabupaten Musi Banyuasin dengan dua peserta, yakni pasangan calon bupati dan wakil bupati Dodi Reza Alex Noerdin-Beni Hernedi yang diusung partai politik dengan nomor urut satu dan pasangan Ion Amiri Arifin-Ahmad Toha dari jalur independen dengan nomor urut dua.

Comments

comments

LEAVE A REPLY