Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)

@Rayapos | Jakarta – KPK menilai penyelidikan polisi terhadap kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan menemui jalan buntu. Hal itu dikatakan juru bicara KPK, Febri Diansyah.

“Setelah 16 bulan lebih sejak ia diserang, belum ada pelaku penyerangan yang jadi tersangka. Kasus ini nyaris terkesan menemui jalan buntu,” kata Febri di Jakarta, Rabu, (25/7/2018).

KPK tetap berharap penyelidikan yang dilakukan polisi secepatnya dapat mengungkap siapa dalang penyiraman tersebut.

“Kami mengajak masyarakat untuk terus mengingat agar pelaku teror terhadap penegak hukum tidak dibiarkan hilang tanpa proses hukum,” katanya.

Sebelumnya, Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang masih meyakini dan berharap pihak kepolisian dapat segera mengungkap dan menangkap peneror Novel. Dikatakan, tidak ada satu pun kejahatan yang direstui Tuhan.

Baca juga:

Waduh, Joko Widodo Dipastikan Jadi Caleg PKS di Jawa Tengah

Bicarakan Koalisi Gerindra-Demokrat, Begini Hasil Pertemuan SBY-Prabowo

Persebaya Minta Komdis PSSI Tegas Kepada Suporter

Saut menyatakan, yang diperlukan saat ini adalah kesabaran dan kerja keras untuk menuntaskan kasus ini.

“Tidak ada kejahatan diizinkan oleh Tuhan. Tinggal kesabaran kita, jangan menyerah dan seterusnya,” ujarnya kepada wartawan melalui pesan singkat.

Saut juga menganjurkan kepada seluruh pihak bekerja sama dan bahu membahu menuntaskan kasus ini. Meskipun, informasi sekecil apa pun sangat berarti dalam penyelesaian kasus teror terhadap Novel.

Saut berharap kerja sama dan itikad baik seluruh pihak, kasus Novel dapat diselesaikan secara tuntas dan peneror Novel dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum.

“Ada banyak kasus di dunia ini tidak tuntas, tapi itu bukan pembenaran. Yang mau kita tekankan ialah bahwa semua pihak harus bantu. Sekecil apa pun potongan informasinya. Sebab saat ini kita hanya akan mereka-reka motif dan siapa pelaku secara teori,” ujar Saut Situmorang.

Diketahui, Novel diteror dengan disiram air keras oleh dua orang tak dikenal pada Selasa, 11 April 2017. Akibat serangan ini, Novel harus dirawat intensif di salah satu rumah sakit di Singapura.

Novel harus berulangkali menjalani operasi terutama pada mata kiri yang terluka paling parah. Terakhir, Novel menjalani operasi osteo odonto keratoprosthesis (OOKP) tahap kedua pada mata kirinya di Singapura, pada Jumat 23 Maret lalu.

Untuk kasusnya, pihak Kepolisian selama satu tahun baru mengabarkan progres kasus tersebut dengan menyebarkan sketsa wajah pelaku. Namun, upaya lanjutan pengejaran belum diketahui sampai saat ini.

BAGIKAN