rayapos.com - Magnis
FOTO: Ist

@Rayapos.com | Jakarta – Rohaniawan dan Budayawan, Franz Magnis Suseno mengkritik sikap Pianis Sukarlan, lantaran melakukan aksi walk out saat Gubernur DKI Jakarta, Anies R Baswedan sedang berpidato dalam acara perayaan 100 Tahun sekolah Kanisius.

“Menurut saya memalukan dan sangat saya sesalkan yaitu begitu gubernur bicara, sebagian besar hadirin, mengikuti pak Ananda Sukarlan meninggalkan ruang. Andaikata gubernur mengatakan sesuatu yang tidak senonoh atau menghina, walkout dapat dibenarkan,” katanya melalui Pers Rilis yang diterima Rayapos.com, Selasa (14/11).

“Tetapi walkout kemarin menunjukkan permusuhan terhadap pribadi gubernur merupakan suatu penghinaan publik,” katanya.

Dia beralasan, sikap walk out Ananda di negara mana pun, di luar pertemuan politik sangat jarang terjadi.

Panitia pun tidak bisa disalahkan, karena Anies merupakan Gubernur DKI Jakarta terpilih.

“Anies adalah Gubernur sah DKI, dipilih secara demokratis oleh suatu mayoritas meyakinkan,” tegasnya.

Romo Magnis mengajak masyarakat memberi kesempatan kepada Anies untuk membuktikan diri. “Bukankah sikap yang benar adalah beri dia kesempatan untuk membuktikan diri? Kita Katolik tidak bisa memilih negara di mana kita hidup. 57 persen pemilih Jakarta memilih Anies,” ujarnya.

Dia mencontohkan, seandainya Habib Rizieq Syihab terpilih menjadi gubernur, maka konsekuensinya semua masyarakat dari berbagai agama harus menerima dan dapat hidup di bawah kepemimpinan Habib Rizieq.

Terkait sikap walk out tersebut, dia meminta masyarakat untuk tidak mencurigai bahwa itu sikap sektarian. Namun dengan tegas Romo tetap tidak dapat menyetujui kelakuan Ananda Sukarlan.

“Tamu harus dihormati. Tamu datang karena diundang panitia, maka semua yang ikut undangan panitia, harus menghormati tamu pun pula kalau secara pribadi tidak menyetujuinya. Silahkan panitia dikritik. Tetapi menginisiasikan suatu demonstrasi penghinaan terbuka terhadap Gubernur DKI saya anggap penyalahgunaan kesempatan,” tegasnya.

Comments

comments