Kronologis Tewasnya Penyelam, Evakuasi Pesawat Lion di Laut

Syachrul Anto, penyelam regu rescue evakuasi pesawat Lion Air yang tewas di laut. Foto: Facebook

@Rayapos | Jakarta – Penyelam Indonesian Diver Rescue Team, Syachrul Anto, meninggal dunia saat mengevakuasi korban dan serpihan pesawat Lion Air di perairan Karawang, Jawa Barat, Jumat (2/11/2018).

Anto meninggal karena diduga terserang dekompresi saat menyelam. Dekompresi adalah momok bagi penyelam.

Dekompresi terjadi akibat perubahan tekanan udara. Antara di darat yang normal, dengan di dalam air yang tinggi. Kenaikan tekanan, membuat udara yang dihirup manusia lebih banyak.

Manusia menghirup oksigen dan nitrogen. Peningkatan tekanan udara, asupan nitrogen meningkat. Akibatnya, nitrogen menyumbat aliran darah dan sistem syaraf. Bisa pingsan, lumpuh atau mati.

Penjelasan Dekompresi: 

Dekompresi Bunuh Penyelam SAR, Begini Definisinya…

Salah seorang penyelam yang enggan disebut namanya mengungkapkan, Anto menyelam membantu menaikkan serpihan pesawat. Dia turun pada Jumat (2/11/2018) pukul 16.30.

Sekitar 10 menit kemudian, para penyelam lain melihat Anto berada di bawah serpihan. Sementara, penyelam lain mengangkat serpihan.

Saat serpihan diangkat, air laut otomatis keruh, gelap. Lumpur laut membuat situasi gelap. Teman-temannya mengira Anto akan menyusul naik.

“Setelah kami berada di permukaan, teman-teman seperti melihat Anto sudah di permukaan,” tuturnya. “Ternyata setelah semua naik ke kapal, Anto tidak ada.”

Beberapa saat kemudian, tim di kapal Basarnas melihat ada tabung mengapung di belakang kapal. Kapal mendekatinya, untuk melihat apakah ada penyelam atau hanya tabung saja.

“Saat diangkat, ternyata korban. Dokter pun turun, lalu dibawa ke Kapal Victory,” lanjutnya.

Dari kapal tersebut, Anto kemudian langsung dibawa ke RSUD Koja, Jakarta Utara. Namun, dalam perjalanan, sekitar pukul 19.30 WIB, Anto sudah mengembuskan napas terakhir.

Pukul 22.30 WIB, Anto dinyatakan telah meninggal dunia oleh dokter jaga IGD RSUD Koja.

Atas rekomendasi dokter, jenazah Anto disarankan untuk diotopsi agar diketahui secara pasti penyebab kematiannya.

Namun, keluarga Anto menolak. Mereka meminta jenazah Anto langsung dipulangkan untuk disemayamkan.

Baca Juga:

Wakil Ketua DPR Tersangka Koruptor Ditahan KPK, Malah Ketawa

Tampang Boyolali Membuat Prabowo Dipolisikan

Resmi Ditahan KPK, Taufik Kurniawan Bicara Soal Rekayasa Manusia

Anto Penyelam Andal

Leader Indonesia Rescue Diver Team, Bayu Wardoyo (pimpinan Anto) kepada wartawan mengatakan, Anto sebenarnya penyelam andal.

Diduga, Anto kelelahan dan memaksakan diri turun menyelam, membantu evakuasi bangkai pesawat Lion. Padahal, dia baru pulang dari menolang korban gempa di Palu, Sulawesi Tengah.

“Dia sebelum dari sini, menolong korban di gempa Palu,” ucap Bayu. Itu sebabnya diduga, Anto kelelahan.

Bayu bercerita, Anto adalah relawan yang berangkat di hari pertama gempa di Palu, Jumat (28/9/2018). Anto saat itu berangkat ke Palu dari Makassar.

“Karena dia berada di Makassar, maka dia langsung berangkat ke Palu,” ucap Bayu.

Di mata Bayu, Anto merupakan sosok yang suka menolong. Punya jiwa sosial yang tinggi. Beberapa proses pencarian pasca-kecelakaan di laut, sering diikuti Anto.

“Dia sering kita ajak kalau ada misi-misi kayak gini,” tuturnya.

Bayu menyatakan, kini teman-teman Anto merasa kehilangan sosok Anto yang peduli pada orang tertimpa musibah. “Sampai-sampai dirinya sendiri jadi korban, gegara menolong orang.”

Pimpinan dan anggota Indonesia Rescue Diver Team, tempat Anto bernaung, mendoakan yang terbaik buat almarhum Anto. Juga rakyat Indonesia mendoakan yang terbaik buat orang baik ini. (*)