Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan

@Rayapos | Jakarta – Gerindra dan PKS masih belum memfinalkan proses pemilihan wakil gubernur DKI. Sampai sekarang kedua partai pengusung tersebut masih tarik menarik dalam menentukan nama wagub pengganti Sandiaga.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengaku tidak memiliki kewenangan untuk mendorong Gerindra-PKS agar rampungkan nama pendampingnya memimpin Ibu Kota.

Baca juga:

Setelah Perkosa Bule Cantik di Bali, Pelaku Kabur Tanpa Celana

Korban Meninggal Dunia di Sulteng Capai 2.010, Begini Rinciannya

Mantan menteri kebudayaan dan pendidikan ini pun meminta agar warga DKI Jakarta untuk bersabar.

“Saat ini masih proses kita tunggu saja, Keputusan partai bagaimana,” kata Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (9/10/18).

Sementara dikabarkan sebelumnya, terkait lamanya proses pengisian kursi wagub, Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Abdurrahman Suhaimi mengaku tidak ingin melihat kursi DKI-2 ditinggalkan kosong berlarut-larut.

Ia juga tidak ingin adanya reaksi dari warga DKI Jakarta lantaran kursi wagub terus kosong.

“Jadi kita berfikirnya supaya segera! Sekarang yang ditangkap persoalannya bukan di PKS,kepala dina dioenuhi plT saja dipenuhi protes, aplagi wagub lama terisi,” kata Suhamini.

Suhamini juga menuding, lamanya proses pemilihan kursi DKI II ini lantaran ketua DPD Gerindra Mohammad Taufik, bwlum juga menandatangani surat kesepakatan bersama antara Ketua Umum Prabowo Subianto dan Presiden PKS Shohibul Iman.

“Persoalannya di Gerindra (DKI). Bagaimana mewujudkan hasil komunikasi politik itu,persolannya bukan di PKS,” tegasnya.

Diketahui, seiring adanya surat kesepakatan bersama tersebut, DPD Gerindra DKI Jakarta malah kompak mengusulkan nama Mohammad Taufik sebagai calon wagub pengganti Sandi dari partai Gerindra.

Wakil ketua DPRD DKI Jakarta itu pun meminta agar masing-masing partai pengusung mengusulkan satu nama sesuai aturan.