Ilustrasi Rayapos

@Rayapos | Paris – Suasana kurang kondusif terjadi di Prancis belakangan ini. Aksi demonstrasi terhadap pemerintah yang dipimpin Presiden Emmanuel Macron, penyebabnya adalah kebijakan pemerintah menaikkan angka pajak dan bahan bakar.

Akibat dari suasana tidak kondusif yang ditimbulkan aksi demonstasi ini, Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) meminta agar beberapa pertandingan Ligue 1 akhir pekan ini dibatalkan.

Sebagaimana dilansir laman Reuters, Jumat (7/12/2018), sudah ada enam pertandingan pekan ke-17 Ligue 1 yang dipastikan dibatalkan atau dijadwal ulang atas rekomendasi pihak kepolisian.

Beberapa pertandingan yang mengalami penundaan diantaranya duel akbar Saint-Etienne melawan Olimpique Marseille di Stadion Geoffroy-Guichard. Selain itu ada pula laga derbi pantai selatan antara AS Monaco melawan OGC Nice di Stadion Stade Louis.

Laga lainnya yang sebelumnya dibatalkan antara Olimpique Lyon melawan Toulouse, Angers melawan Girondins de Bordeaux. Terakhir, laga Ligue 1 yang harus ditunda ialah Nimes melawan Nantes.

Klub pemuncak klasemen Paris Saint-Germain juga wajib ditunda karena mereka berasal dari ibu kota Prancis. Duel PSG melawan Montpellier yang harusnya digelar Sabtu (8/12)

Menurut laporan dari L’Equipe, aksi demontrasi di Prancis saat ini membuat negara tersebut dalam kondisi terburuk sejak 1968. Akhir pekan lalu, pendemo membuat kekacauan di kawasan permukiman mewah di Paris.

Aksi para demonstran bahkan sudah tidak terkontrol. Mereka membakar lusinan mobil, menjarah toko-toko disekitar, merusak rumah-rumah mewah, dan bahkan ada kafe yang diporak-porandakan.