Foto: Ilustrasi Rayapos

@Rayapos | Jakarta – Seorang sekuriti apartemen di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan berinisial RH dilaporkan WN Jepang karena berniat memperkosanya. Bahkan menurut pengakuan korban, ia juga sempat diancam akan dibunuh jika melawan.

Kuasa hukum korban, Rangga Afianto menuturkan bahwa tindakan RH sangat biadap karena korban sedang haid tapi tetap dipaksa melakukan hubungan badan. Korban lepas dari cengkraman tersangka lantaran melawan.

“(Korban) sempat melawan. Tapi kenapa korban bisa lolos pada saat pelaku melakukan upayanya? Begitu korban berhasil kabur, ia mengunci pelaku di unit apartemen itu. Kemudian teriak minta tolong,” ungkap Rangga.

Rangga menyebut korban sudah tinggal di apertemen tersebut sejak setahun lalu. Saat itu korban dipaksa bersetubuh oleh tersangka. Selain sempat mengancam akan membunuh korban, pelaku juga meminta uang Rp 5 juta.

“Ancaman pembunuhan ini yang kami rasa sangat mengerikan, apalagi di salah satu apartemen itu juga ada WNA yang meninggal karena tindak pidana pemerkosaan,” jelasnya.

Dari pengakuan tersangka, Rangga mengatakan bahwa saat melakukan tindakan asusila itu pelaku dalam kondisi mabuk.

“Bisa dibayangkan. Oknum tersebut adalah komandan regu sekuriti yang ada di apartemen tersebut. Kami juga menuntut manajemen bertanggung jawab atas hal ini,” bebernya.

Selain itu, Rangga menduga RH ternyata juga sudah lama mengincar korban dan memiliki rasa nafsu ada keteringinan bersama dengan korban karena mengenalnya.

“Dari CCTV jelas sekali terlihat si pelaku sejak awal sudah berniat karena dari bawah pelaku menekan tombol lantai 20 tempat apartemem korban dan masuk ke kamar korban,” katanya.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono menyampaikan bahwa percobaan pemerkosaan itu berawal RH sedang melakukan pengecekan di sekitar apartemen, sekitar pukul:04.30 WIB pagi.

Baca Juga:

Begini Kronologi Driver Taksi Online Dibegal Penumpangnya

Asik Pesta Sabu, 14 Pemuda Tertangkap Sekaligus

Driver Taksi Online Dibegal Penumpang Pakai Clurit

Melihat pintu kamar apartemen korban terbuka, lanjut Argo, tersangka RH kemudian masuk ke dalam kamar tersebut dan melihat korban tertidur mengenakan pakaian dalam.

“RH ini langsung melakukan percobaan pemerkosaan dengan cara meraba-raba korban. Namun korban terbangun dan teriak, sehingga RH ini panik dan korban kabur menguncinya didalam kamar tersebut,” terang Argo.

Karyawan konsultan ini langsung menghubungi kerabatnya dan membuat laporan polisi ke Polda Metro Jaya dengan nomor TBL/6539/XI/2018/PMJ/Dit.Reskrimum. Polisi pun kemudian langsung menangkap tersangka sekitar pukul 09.30 WIB.

BAGIKAN