Wakil Ketua koordinator eks 212 kawal Kiai Maruf, Amsori

@Rayapos | Jakarta – Wakil Ketua koordinator eks 212 kawal Kiai Maruf, Amsori menyayangkan diputarnya lagu ‘Astaghfirullah Punya Presiden Si Raja Bohong’ di Reuni Akbar 212.

Menurutnya penghinaan terhadap pemimpin yang sah di sebuah negeri tidak tidak diajarkan dalam agama Islam.

“Islam moderat yang berkemajuan tidak mengajarkan caci maki, Islam yang damai diajaran akhlak Rosulullah tidak mengajarkan menghujat pemimpin sebagai Ulil Amri,” Kata Amsori melalui keterangan resmi yang diterima Rayapos Minggu (2/11/2018).

Baca juga:

Satu Orang Peserta Reuni 212 di Monas Meninggal Dunia

Habib Bahar Pidato tentang Kasus ‘Jokowi Banci’ di Reuni 212

Adanya pemutaran tersebut membuktikan, jika reuni akbar 212 hanyalah kampanye semata untuk memenangkan salah satu calon presiden. Sehingga dia menyayangkan gerakan moral 212 sudah keluar dari tujuan utama.

“Ini kampanye, saya menyayangkan lagu itu di putar, sombol simbol kampanye maupun lagu, bukan murni reuni lagi, bukan persaudaraan yang ada malah timbulnya perpecahan, janganlah kamu berpecah belah, itu ayatnya jelas tuh, perbedaan boleh dalam Islam, itu keniscayaan, namun perpecahan itu yang tidak diperbolehkan dalam Islam,” kata dia.

Dia menjelaskan, tindakan seseorang yang menghina pemerintah yang sah, bisa masuk dalam katagori ‘provokator’, sebab kata dia agama Islam tidak mengajarkan menghasut dan menghina ulil amri.

“Jadi orang yang suka memfitnah pemerintah (ulil amri) yg dipilih oleh Alloh, orang yang suka bikin onar dan kebencian, suka menghasut dan mengajak untuk membenci kepada pemerintah yang sah dan suka membuat kacau negeri ini maka mereka bisa dikategorikan provokator yang bisa ditinfak secara hukum,” terangnya.

Lanjut dia menyarankan, ketika pemimpin atau Ulil Amri salah, maka tugas kita adalah menegur dengan cara baik-baik bukan malah sebaliknya dengan cara menghujat dan menghina.

“Yang seharusnya merangkul bukan memukul dan jangan lupa akan sejarah bangsa bukan malahan menistakan Sejarah berdirinya Bangsa Indonesia, marilah kita pelajari Islam secara keseluruhan (kaffah) dimana Islam mengajarkan Ukhuwah Wathaniyah dan Insaniyah,” lanjut Amsori.

“Mari kita Rajut kembali Nilai-nilai Kebhinnekaan Tunggal Ika kita, dimana perbedaan yang ada dijadikan sebagai Rahmat bukan malah menjadi Perpecahan dan Permusuhan,” imbuhnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, dalam acara reuni akbar 212 ada pemutaran lagu ‘Astaghfirullah Punya Presiden Si Raja Bohong’ diputar, setelah ceramah imam besar FPI Habib Rizieq Syihab selesai.

Lagu ini berisi ajakan mengganti presiden yang disebut suka bohong.

Padahal Bawaslu telah melarang Reuni 212 dipakai untuk kampanye ataupun melakukan penghinaan dan ujaran kebencian terhadap capres-cawapres 2019.

Lagu ini dinyanyikan oleh suara wanita dan suara pria di bagian tengah hingga ujung lagu.

“Rakyat dibohongi, janji diingkari, ulama dizalimi, amanat dikhianati. Rakyat dibohongi, janji diingkari, ulama dizalimi, amanat dikhianati,” demikian lirik lagu yang terdengar di lokasi.

Namun tak disebut siapa pencipta lagu ini dan siapa nama penyanyinya.

BAGIKAN