DPRD Kotim dorong penanaman jagung terintegrasi dengan kelapa sawit

rayapos.com - mentawai - kelapa sawit Indonesia
Harga sawit di pabrik Mukomuko terus naik | Foto: Istimewa

@Rayapos.com | Sampit: Ketua Komisi II DPRD Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, Rudianur mendorong pemerintah daerah itu untuk melakukan penanaman jagung berintegrasi dengan kebun kelapa sawit.

“Diharapkan Pemkab Kotim bisa segera melaksanakan program pemerintah pusat untuk penguatan pangan dengan menanam jagung di areal perkebunan kelapa sawit,” katanya Rudianur di Sampit, Senin.

Disebutkan, luas areal perkebunan kelapa sawit di Kotawaringin Timur membuat peluang tanaman jagung berintegrasi dengan perkebunan kelapa sawit semakin terbuka lebar.

Pemerintah daerah diharapkan menindak lanjuti program pemerintah pusat tersebut, yakni dengan menjalin kerja sama dengan seluruh perusahaan perkebunan kelapa sawit yang ada di Kotawaringin Timur.

Pada tahun 2017 pemerintah pusat menargetkan penanaman jagung seluas satu juta hektar terintegrasi dengan lahan perkebunan kelapa sawit di seluruh Indonesia tahun 2017, termasuk Kotawaringin Timur.

Integrasi tanaman jagung-sawit hendaknya dilakukan tidak hanya dengan pihak perusahaan besar swasta saja, namun juga dilakukan dengan kelompok masyarakat maupun perseorangan yang menanam sawit.

Program integrasi jagung-sawit memiliki banyak keuntungan bagi petani sawit, karena selama periode sawit tersebut belum produktif yakni sampai umur 3-4 tahun, maka petani sawit dapat memiliki penghasilan tambahan dari tanaman jagung.

Kemudian, selain memaksimalkan pendapatan usaha tani, dengan menanam jagung sebagai tanaman sela, maka petani dapat memaksimalkan lahan kosong pada perkebunan sawit.

“Keuntungan dengan adanya tanaman sela yaitu efisiensi pemanfaatan lahan usaha tani, produktivitas dapat lebih meningkat, pendapatan petani juga lebih meningkat,” katanya.

Dibukanya integritas jagung-sawit, diharapkan dapat memberikan penghasilan tambahan terhadap petani. Selain itu agar pemerintah tidak terfokus pada program tanaman padi saja, namun juga terhadap bahan pangan lainnya.

Terkait kepastian pemasaran, Kementan melalui Direktur Jenderal Ketahanan Pangan telah melakukan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Gabungan Pengusaha Makanan Ternak (GPMT) pusat untuk pembelian jagung yang dihasilkan petani.

“Jadi petani tidak perlu khawatir untuk masalah pemasaran jagung, selain itu harganya dijamin stabil yakni Rp3.700 per kilogram di tingkat petani,” terangnya. [Antara]

Comments

comments