Legislator: Bisa Jadi Ada Upaya Sabotase di Bandara Sudan Terkait Tuduhan Polri Selundupkan Senjata

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Mayjen (purn) Asril Tanjung menegaskan kasus yang menimpa personal UNAMIND Indonesia di Sudan bisa saja mengandung unsur sabotase (Foto: rmol.co)

@Rayapos | Jakarta: Personel Polri yang tergabung dalam Formed Police Unit (FPU), sebuah unit pasukan perdamaian PBB yang bertugas di Sudan, dituduh menyelundupkan senjata ketika hendak pulang ke Indonesia, seiring dengan berakhirnya masa tugas mereka di negara konflik tersebut.

Menanggapi hal itu, Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Gerindra, Asril Tanjung mengatakan ada upaya untuk mendiskreditkan Indonesia di mata internasional.

“Saya berpikir seperti itu. Atau menumpang perahu. Saya berpikir seperti itu. Kalau tidak sabotase keinginan untuk bisa bonceng. Dan ingat bandara di Sudan tidak seperti kita yang sudah  teratur. Ini banyak yang terbuka,” tegasnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (26/1).

Adapun berita tertahannya personel Polri di bandara Sudan pertama kali dilansir oleh surat kabar lokal, Sudan Tribune yang memberitakan pasukan asal Indonesia tertangkap karena menyelundupkan senjata.

“Saya yakin tidak ada TNI, yang merupakan pasukan perdamaian PBB asal Indonesia yang menyelundupkan senjata ke Daffur, Sudan. Itu juga sudah diklarifikasi oleh TNI. Dan saya yakin polisi Indonesia juga demikian. Kita bukan bangsa penyelundup,” ujar Asril.

KBRI Sudan sudah menurunkan timnya untuk mengklarifikasi persoalan tersebut, ditambah lagi dengan tim dari Polri yang sudah berangkat Rabu malam (25/1).

“Kalau memang ada kejadian seperti  ini, sangat memalukan. Mudah-mudahan tidak. Karena kapuspen TNI sudah membantah tidak ada terlibat satu pun TNI. Kapolri di TV juga membantah, tidak ada anggota polri terlibat,” demikian Asril.

Politisi Gerindra itu juga menegaskan akan segera melakukan klarifikasi dengan Menteri Pertahanan, Panglima TNI dan Badan Intelijen Negara terkait dengan tuduhan otoritas bandara Sudan tersebut.

“Isu-isu aktual, anggota berhak menanyakan perkembangan terbaru berkaitan tugas mitra-mitra kita. Baik Menhan, Panglima dan BIN yang menonjol kejadian di Sudan,” pungkas Asril.

Indonesia sendiri mengirim pasukan perdamaiannya yang terdiri dari TNI dan Polri yang tergabung dalam UNAMID. Pasukan TNI berasal dari Batalyon Komposit TNI Kontingen Garuda (Konga) XXXV-B. Sedangkan Polri mengirim ratusan anggotanya yang tergabung dalam Satgas Formed Police Unit (FPU) Indonesia VIII Garuda.

 

Comments

comments