Penyelam dari Direktorat Polair Polda Metro. Lemas-lah... mereka. Foto: Detik

@Rayapos | Bekasi – Polisi stop (sementara) pencarian linggis yang dibuang tersangka pembunuhan sekeluarga, Haris Simamora, di Kalimalang. Penyelaman dihentikan karena arus deras dan lumpur.

Kondisi di Kalimalang, Jalan Perempatan Tegal Danas, Cikarang Pusat, Bekasi, Jawa Barat, penyelaman dihentikan pada pukul 15.31 WIB, Sabtu (17/11/2018). Para penyelam naik ke darat.

Penyelam dari Polairud, Polda Metro Jaya, Iptu Ketut Suastika di lokasi, mengatakan kepada wartawan:

“Jadi, saya ceritakan, pada saat penyelaman, kita penyelaman dua kali. Kita memang sangat berupaya untuk menemukan barang bukti.”

Dia lanjutkan: “Kendala yang dihadapi di bawah itu ya… yang pertama arus, arus sangat kuat sekali.”

Lalu, penyelaman juga terkendala karena terlalu dekat dengan pintu air. Sehingga, katanya, tidak bisa bertahan lama di bawah. Penyelaman tadi dilakukan di kedalaman sekitar 3-4 meter.

“Karena kekuatan kita hanya untuk menahan posisi badan kita di dasar,” kata Ketut.

Dilanjut: “Kemudian yang kedua memang lumpur, jadi sangat bervariasi jadi hampir seperti di sawah.”

Menurutnya, soal kedalaman tidak masalah bagi para penyelam.

“Kami sudah biasa hadapi ke dalam 30-40 meter. Namun kendala hanya itu, jadi arus, kemudian lumpur, dan pintu air terlalu rapat,” tuturnya.

“Jadi, kita jaga keselamatan anggota. Jangan sampai nanti di bawah terbentur dengan pintu air,” paparnya.

Selain itu, jarak pandang juga nol. Gelap total, karena adanya lumpur. Pencarian tadi hanya dengan meraba. Sangat tidak efektif.

Dia mengaku, belum tahu apakah pencarian dilanjutkan besok. Pihaknya masih menunggu perintah dari atasan.

“Nanti menunggu perintah dari komandan, terutama yang di Polda. Nanti kita yang jelas secara teknis siap saja, kapan pun siap melaksanakan penyelaman,”ujarnya.

Ketut Suastika menambahkan, tidak menutup kemungkinan bisa saja posisi linggis bergeser. Walaupun kemungkinan bergeser sangat kecil. Namun begitu, pihaknya tetap berupaya menemukan barang bukti itu.

“Bisa jadi (bergeser), karena nanti arusnya kan pada saat itu hujan kan di hulu, itu arus kan tambah kencang. Bisa jadi (barang bukti) bergeser,” katanya.

“Tapi kan kita tetap selalu berupaya. Upaya terus bagaimana untuk melengkapi semua alat bukti yang ada nanti ke penyidik,”pungkasnya.

Baca Juga:

Erick Thohir: “Saya Akan Mundur dari Timses Jokowi…”

Pelajaran dari Pembunuhan Sekeluarga Bekasi

TERBARU… CIA: Putra Mahkota Saudi Perintahkan Bunuh Khashoggi

Arus kali memang cukup deras. Tali karmantel dipasang melintang di Kalimalang. Sebagai pengaman bagi para penyelam.

Titik lokasi di Kalimalang, Jalan Perempatan Tegal Danas, Cikarang Pusat, Bekasi, Jawa Barat, penyelam mulai turun ke kali pukul 14.05 WIB, Sabtu (17/11/2018).

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono, sebelumnya mengatakan, ada enam penyelam dari Direktorat Polair Polda Metro yang diterjunkan dalam pencarian linggis ini.

“Ada satu regu (penyelam) yang terdiri atas 6 orang dari Polair Polda Metro Jaya,” ujar Argo di lokasi. (*)

BAGIKAN