Salah satu kegiatan Lembaga Kebudayaan Betawi

@Rayapos | Jakarta – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disarbud) DKI Jakarta mengusulkan anggaran hibah untuk Lembaga Kebudayaan Betawi (LKB). Tak tangung-tanggung, jumlahnya sekitar Rp 2,3 miliar.

Usulan ini masuk dalam rancangan Kebijakan Umum Anggaran Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) untuk APBD 2018.

Baca juga:

Fadli Zon Minta Iklan Bendungan ‘Jokowi’ di Bioskop Dicopot, Ini Alasannya

Mardani Ali Sera dan Jubir HTI Dilaporkan Polisi atas Dugaan Makar

Fadli Zon Minta Iklan Bendungan ‘Jokowi’ Dicopot, Ini Reaksi Kominfo

Anggaran yang dikoordinatori Disparbud untuk LKB ini sebesar Rp. 1,559,140,000 milliar berdasarkan proposal usulan pada APBD P 2018 sebesar Rp. 2.308,866,000 milliar.

Lantas apa saja program LKB periode 2018-2021 yang telah dikukuhkan oleh mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno, pada 11 April 2018 lalu?

Ketua Umum LKB, H Beki Mardani, rupanya enggan menjelaskan. Ia berpendapat semua program sudah disampaikan melalui berkas usulan yang diterima Dinas Pariwisata dan Kebudayaan provinsi DKI Jakarta.

“Berkas usulan sudah di Dinas Parbud,” ujar Beki saat dihuhungi Rayapos Rabu (12/9/2018).

Terkait anggaran hibah yang diusulkan, ia juga tidak berkomentar banyak. Menurutnya hal ini masih dalam pembahasan Badan Anggran DPRD DKI Jakarta.

“Ini masih dalam pembahasan, mudah-mudahan berhasil, terima kasih,” kata dia.

Diinformasikan LKB adalah organisasi masyarakat Betawi yang pertama dan satu-satunya yang didirikan khusus untuk melestarikan dan mengembangkan kebudayaan (termasuk kesenian) Betawi.

Adapun tujuannya adalah untuk penggalian dan pengembangan budaya betawi dan juga membantu pemerintah daerah dalam meneliti nilai-nilai kebudayaan betawi dan membantu pengembangan budaya betawi tersebut