Lembaga Survey Indikator Politik Tempatkan Ahok-Djarot di Tempat Teratas

rayapos.com - Ahok-Djarot kampanye rakyat
Pasangan calon Ahok-Djarot tempati peringkat teratas dari survey Lembaga Survey Indikator Politik (Foto: Kompas)

@Rayapos | Jakarta: Dalam sebuah polling terkini yang dilakukan oleh Lembaga Survey Indikator Politik, terungkap bahwa elektabilitas pasangan nomor dua Ahok-Djarot meningkat drastis akhir-akhir ini.

Menurut lembaga survey tersebut, kini Ahok-Djarot berada di urutan teratas dengan presentasi 38,2 persen.

Di belakang Ahok-Djarot ada pasangan Anies-Sandi dengan presentase 23,8. Sementara di urutan terbawah adalah pasangan calon nomor urut 1 Agus-Sylvi dengan presentase 23,6 persen.

“Angka tersebut didapat dari hasil simulasi terhadap tiga pasangan calon,” kata Direktur Eksekutif Indikator Polituk Indonesia Burhanudin Muhtadi di kantor Indikator Politik, Jakarta, Rabu (25/1).

Menurut Burhanudin, tren yang terjadi belakangan ini adalah naiknya dukungan bagi Ahok-Djarot secara konsisten. Ia mengatakan bahwa laju kenaikan dukungan bagi pasangan ini ada di kisaran 4,3 persen.

Meski demikian, Burhanudin berpendapat bahwa untuk memenuhi target menang di satu putaran, angka ini belum cukup signifikan.

“Kalau melihat per hari ini, most likely suara Ahok cukup aman untuk putaran kedua. Tapi belum cukup nyaman untuk menang satu putaran,” kata Burhanudin.

Burhanudin mengatakan, populasi survei adalah warga Jakarta yang memiliki hak pilih, yakni berusai 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan. Jumlah sampel yang diwawancarai sebanyak 808 orang yang dipilih dengan metode stratified multistage random sampling.

“Data yang dianalisis hanya responden asli sebanyak 697 (86,3 persen) dengan toleransi kesalahan sebesar 3,8 persen,” ujar Burhanudin.

Sementara itu, Burhanudin menegaskab bahwa beberapa faktor yang mempengaruhi elektabilitas seorang calon antara lain adalah model sosiologis, psikologis, rational choice dan kualitas calon. Inti dari model sosiologis adalah kesamaan karakteristik. seperti agama, etnik, usia, gender, pendidikan, dan pendapatan.

Sementara dalam psikologis, ukurannya adalah kedekatan dengan partai pengusung kandidat. Adapun model pilihan rasional, ukurannya adalah apakah calon dianggap punya program atau isu-isu teknokratik dalam menjelaskan elektabilitas calon.

Seperti diketahui, Ahok saat ini tengah menjalani sidang dugaan kasus penistaan agama. Namun persidangan Ahok menurut banyak pihak justru menjadi panggung untuknya dalam membuktikan kredibilitasnya sebagai calon gubernur yang akan melayani masyarakat Jakarta ke depan nanti.

Comments

comments