@Rayapos | Jakarta – Corporate Communications Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro membantah beredarnya isu yang menyebut Lion Air (kode penerbangan JT) dimiliki oleh pihak asing.

Dia mengatakan status kepemilikan usaha Lion Air Group dipimpim oleh dua orang herkewarganegaraan Indonesia.

“Bahwa Lion Air merupakan perusahaan penanaman dalam negeri yang dimilik oleh dua orang berkewarganegaraan Indonesia, yang berkedudukan di Jakarta,” ujar Danang melalui keterangan terlulisnya, Kamis (31/10/2018).

Sampai saat ini, sesuai dengan dokumen akta pendirian PT Lion Mentari Airlines yang disahkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (Kemenkumham), dijelaskan Danang, bahwa pemegang saham tidak ada dimiliki oleh asing.

“Pendiri dan direksi Lion Air adalah semua berkewarganegaraan Indonesia,” ungkapnya.

Baca Juga:

Kepala RS Polri: 147 Orang Keluarga Korban JT610 Sudah Berikan Sampel DNA

Panglima TNI: Lokasi Badan Pesawat JT-610 Sudah Ditemukan

Presiden Jokowi Tinjau Posko Evakuasi JT 610

Pada kesempatan yang sama, Danang pun memberikan informasi terkini terkait penanganan Lion Air penerbangan JT-610. Menurut dia, hingga kini Lion Air telah menerima konfirmasi perkembangan dari Badan SAR Nasional (BASARNAS).

Per 30 Oktober 2018, lanjut dia, setidaknya ada 24 kantong. Di hari berikutnya, jumlahnya bertambah menjadi 48 kantong. Total tersebut sudah dibawa dan berada di RS POLRI Kramat Jati, Jakarta Timur.

Selanjutnya, kata dia, pihak keluarga penumpang dan kru hari ini akan melanjutkan proses identifikasi (Disaster Victim Identification) berada di RS Bhayangkara Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur.

BAGIKAN