Lion Air Tidak Terbang Hingga 18 Juni 2016 Setelah Bekukan 95 Rute Penerbangan

@Rayapos | Jakarta: Maskapai besutan Rusdy Kirana, Lion Air, terus menerus dirundung masalah. Yang terakhir adalah ketika penumpang Lion Air JT 161 dari Singapura, dibawa turun melewati terminal domestik yang notabene tidak memiliki fasilitas keimigrasian. Bayangkan jika dalam pesawat tersebut ada penumpang yang ada dalam buruan daftar teroris, atau koruptor. Tak heran, sejumlah kalangan kemudian menyebutkan kesalahan tersebut sangat fatal dan bisa membahayakan keselamatan negara.

Masalah Lion Air memang telah berakumulasi dalam beberapa tahun terakhir. Dari pesawat jatuh, gangguan tekhnis, delay parah, pilot mogok, pilot memakai narkoba sesaat sebelum terbang, sampai insiden terakhir yang terjadi pada 10 mei 2016.

Dengan bendera maskapai murah –budget airlines-, Lion memang menuai begitu banyak kritikan dari pengguna jasa penerbangan.

Menyikapi hal tersebut, pemerintah dalam hal ini Kementerian Perhubungan kemudian bertindak tegas dengan memberikan sejumlah sanksi terhadap Lion Air. Kementerian Perhubungan membekukan layanan ground handling kepada Lion Air.

Waktu itu Kemenhub menegaskan bahwa layanan Lion Air tetap berjalan seperti biasa meskipun ground handling telah dibekukan.

“Ini hanya ground handling saja. Kalau layanan jasa penerbangan tetap normal,”  tegas Suprasetyo.

Menyikapi sanksi pemerintah, Lion Air sepertinya tidak setuju dan melakukan “perlawanan” ketika dengan alasan memasuki “low season”,  Lion Air tiba-tiba membekukan 95 rute penerbangan selama satu bulan.

“Yang benar 93 rute domestik dengan total 217 frekuensi (pulang pergi), 2 rute Internasional dengan 10 frekuensi (pulang pergi),” kata Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenhub Hemi Pamuraharjo kepada wartawan di kantornya, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Kamis (19/5).

Dengan penundaan penerbangan ini, berarti Lion Air tidak akan terbang selama satu bulan, dari 18 Mei hingga 18 Juni 2016 di 93 rute domestik dan 2 rute internasional. Kemenhub menyetujui permohonan penundaan itu.

Pihak Lion Air mengatakan penumpang yang terlanjur membooking tiket Lion Air, akan dialihkan ke anak perusahaannya yaitu Batik Air dan Wings Air.

BAGIKAN

LEAVE A REPLY