Foto: Kolase Rayapos

@Rayapos | Jakarta – Pebalap Repsol Honda, Dani Pedrosa mengumumkan akan pensiun dari dunia balap MotoGP di pengujung musim 2018. Ia mengungkapkan hal tersebut setelah kontraknya tak diperpanjang Honda.

Menanggapi pensiunnya Pedrosa, Loris Capirossi mengaku amat menyayangkan keputusan Dani Pedrosa yang lebih memilih pensiun ketimbang bergabung dengan tim satelit Yamaha, SIC Petronas Racing pada musim depan.

Sebagaimana dilansir laman Speedweek, Sabtu (21/7/2018), Capirossi mengaku mengenal betul gaya balap sang The Little Spaniard. Ia pun yakin Pedrosa memiliki peluang sukses di tim barunya itu.

“Saya sudah mengenal Dani Pedrosa sejak lama. Gaya balapannya pun sangat bagus. Dia bisa menjadi sangat cepat ketika mengendarai motor Yamaha,” ungkap Capirex, julukan Capirossi.

Pedrosa bergabung dengan Repsol Honda pada 2006, namun belum sekalipun merasakan gelar juara MotoGP. Pencapaian terbaiknya adalah peringkat kedua pada edisi 2007, 2010, dan 2012.

Baca Juga:

Real Madrid Tawari Hazard Nomor Punggung Ronaldo

Selamat, Poppy Bunga Melahirkan Anak Kedua

Capirossi menilai, Pedrosa sebenarnya merupakan pembalap yang berbakat. Namun, kesialan selalu menimpa Pedrosa ketika selangkah lagi menyegel gelar MotoGP.

“Gelar juara MotoGP tak bisa diraihnya karena Dani selalu memiliki nasib buruk. Kapan pun dia punya kesempatan untuk meraih gelar, dia kerap terjatuh dan terluka parah,” tuturnya.

Alasan Pensiun

Pedrosa mengungkapkan salah satu alasan yang membuatnya memutuskan untuk pensiun dari dunia balap MotoGP. Menurut dia, karakteristik dari motor RC213V versi 2018 tunggangannya sangat sulit ‘dijinakan’. Hal itu tentu kesusahan dalam membalap.

“Mungkin karakteristik motor pada tahun ini sedikit berbeda dalam bebeberapa aspek. Hal tersebut membuat saya tidak dapat mengendarai motor sesuai dengan seperti apa yang saya inginkan,” jelas Pedrosa seperti dillansir Motor Sport.

“Motor tahun ini memang sangat konstan, tetapi lebih sulit untuk membuat satu putaran dengan cepat. Saya sulit mengambil tikungan dengan seperti apa yang saya inginkan. Itu membuat semakin sulit ketimbang musim lalu.”