Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, M. Taufik (FOTO: RAYAPOS/KEMAL MAULANA)

@Rayapos | Jakarta – Wakil ketua DPRD DKI Jakarta M. Taufik mengatakan, Pemprov DKI Jakarta sudah memberikan hibah tahunan kompensasi bau sampah kepada Pemkot Bekasi. Bahkan, uang itu sudah dianggarkan dalam APBD 2019.

“Untuk tahunannya ada. Kan uang itu keompensasi tahunan itu,” kata Taufik di Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (22/10/2018).

Baca juga:

Begini Tanggapan Menteri Susi Setelah Sandiaga Minta Woles Aja

Mayat Khashoggi Dipotong Kecil-kecil, Diangkut ke Saudi

Untuk pengajuan hibah tambahan sebesar Rp 2 triliun yang diajukan Pemkot Bekasi, Taufik menyebut belum pernah diusulkan. Kata dia DPRD DKI Jakarta baru mengetahui hal itu sekarang.

“Belum, (diusulkan) Enggak di kita. DPRD enggak tahu itu baru tau sekarang,” ucapnya.

Ia pun meminta Walikota Bekasi untuk lebih arif terkait kisruh sampah dan pengajuan penambahan anggaran hibah. Apalagi DKI Jakarta adalah ibukota negara.

Dia menyarankan untuk menyelesaikan polemik sampah dan hibah ini, kedua pimpinan daerah memang harus duduk bersama, karena nantinya pengajuan hibah itu akan juga di bahas di DPRD DKI Jakarta.

“Ya duduk bareng dong. Wali kota Gubernur. Karena yang mengganggarkan nanti DPRD,” kata dia.

Lantas bagaimana dengan pengajuan penambahan hibah sebesar Rp2 triliun yang diajukan Pemkot Bekasi? Wakil Ketua Badan Anggaran ini menyebut pengajuan itu belum bisa diamini oleh DPRD DKI Jakarta.

Selain kajiannya belum lengkap, Kebijakan Umum Perubahan APBD (KUPA) dan Prioritas Plafon anggaran Sementara tahun anggaran 2019 sudah masuk DPRD DKI Jakarta.

“Cuma enggak mungkin tahun ini. Tahun 2019, karena KUAPPS Kan udah masuk 2019. Enggak bisa, Kan mekanisme anggaran ada prosedurnya. KUAPPS nya kan udah. Sekarang kan masih proses pembahasan sampai ke Badan Anggaran,” terangnya

Taufik memprediksi, jika anggaran hibah tambahan itu bisa diberikan kepada pemkot Bekasi sekitar tahun 2020. Kendati begitu, tetap harus didiskusikan terlebih dahulu mulai dari kajian dan perinciannya uang sebesar Rp 2 triliun itu untuk apa saja.

“Tahun 2020 mungkin. Tapi kita diskusikan dulu 2 triliun untuk apa,” tandasnya.

BAGIKAN