Mahkamah Konstitusi Kembali Tercoreng, Arief Hidayat Sampaikan Permohonan Maaf

rayapos.com - UU BPJS
Gedung Mahkamah Konstitusi di Jakarta Pusat (Foto: rayapos.com)

@Rayapos | Jakarta: Pasca tertangkapnya salah satu hakim konstitusi, Patrialis Akbar dalam sebuah Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), ketua Mahkamah Konstitusi menyatakan permohonan maaf kepada masyarakat.

Arief Hidayat menegaskan hal itu di Jakarta, hari ini Kamis (26/1) seraya mengatakan akan mendukung langkah penegakan hukum KPK, terhadap siapapun yang saat ini ada di dalam Mahkamah Konstitusi.

“Saya minta maaf atas terulangnya kejadian ini, walaupun ini masalah pribadi, saya mohon maaf,” kata Arief di gedung MK, Jakarta Pusat.

Dengan legowo, Arief menegaskan penyesalannya karena belum bisa menjaga nama baik dari lembaga yudisial tertinggi di Indonesia tersebut.

“Saya juga meminta maaf kepada bangsa Indonesia karena saya tidak bisa menjaga MK dengan baik hingga adanya kejadian seperti ini,” ujar Arief.

Arief sendiri mengetahui tertangkapnya Patrialis saat ia berada di Semarang, Rabu (25/1) kemarin. Saat itu ia sedianya akan memberikan seminar di salah satu universitas. Arief kemudian memutuskan untuk langsung kembali ke Jakarta, setelah kabar ini beredar.

Ketua KPK, Agus Rahardjo sudah membenarkan tentang penangkapan tersebut, meskipun hingga berita ini diturunkan, KPK belum membuka kasus apa yang menjerat Patrialis.

Rencananya, konferensi pers akan digelar secepatnya untuk menjelaskan pada masyarakat tentang penangkapan Patrialis Akbar serta detil kasus yang menjeratnya.

Comments

comments