Maia Estianty di gang sempit di Jepang. Foto: Instagram

@Rayapos | Jakarta – Maia Estianty kini sering traveling ke luar negeri. Di Jepang, dia tertarik pada gang sempit padat penduduk. Dia berpose di situ, diunggah ke Instagram, lantas bertanya: Apa bedanya gang sempit di Jepang dengan Indonesia?

Maia menjawab pertanyaannya sendiri: Bedanya pada kebiasaan masyarakat. Dan, hal itu kelihatan sangat mencolok dan kontras.

“Kalo di Jepang, nggak ada segerombolan pemuda lagi nongkrong. Bawa gitar, nyanyi-nyanyi, sambil ngopi,” tulis Maia.

“Trus, kalo ada cewe lewat, di siul2in sambil digodain and diteriakin: suit… suit… cewek…” lanjutnya.

Baca Juga:

Seperti diketahui, Maia kelahiran Surabaya. Dia dibesarkan di Jalan Kali Kepiting. Rumahnya mewah. Sejak lahir sampai dewasa dia tinggal di situ.

Rumah masa kecil Maia itu di kawasan Kaliwaron, Kaliyudan, Bronggalan. Di kawasan Surabaya timur itu sangat banyak gang-gang sempit, bercabang-cabang. Di Surabaya orang menyebutnya kampung-kampung lama.

Maia Estianty (duduk, kiri) bersama saudara-saudaranya di rumah masa kanak-kanak mereka di Jalan Kali Kepiting, Surabaya. Foto: Instagram.
Maia Estianty (duduk, kiri) bersama saudara-saudaranya di rumah masa kanak-kanak mereka di Jalan Kali Kepiting, Surabaya. Foto: Instagram.

Nah, gambaran Maia soal gang sempit di Indonesia, pasti berdasar gang-gang sempit Surabaya, dekat rumahnya dulu. Memang persis seperti digambarkan Maia.

Sedangkan gang sempit di Jepang, menurut Maia, beda. Maksudnya, tidak ada anak-anak muda nongkrong main gitar, nyanyi-nyanyi, dan godain cewe.

Tidak ada: “Suit… suit… cewe….”

Menanggapi postingan Maia ini, banyak netter yang juga menjawab perbedaan gang Indonesia dan Jepang dengan kocak.

@dian_nurvita_sari “Ga ada emak2 duduk ngrumpi ngejulitin anak tetangga sambil nyari kutu, ya Kan bun? @maiaestiantyreal”

@paris_mikiya “Gak ada juga yang jualan cimol wkqkqk”

@yanimadong “Gak ada tukang ojek juga Bun yg nongkrong diujung” gang”

@iin_indrawaty “Mgkn setiap pagi gada penjual sayur yg teriak sayur2.. Tiba2 mak-emak pada ngumpul n bergosip..” (*)

BAGIKAN