Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan makan pisang di dekat kali bau busuk Jakarta. Foto: Instagram

@Rayapos | Jakarta – Kali bau busuk Jakarta terus jadi gunjingan. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ‘menangkis’ dengan: Makan pisang di pinggir kali bau busuk bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla. Di foto tampak, wajah mereka meringis…

‘Meringis’ dalam bahasa Jawa berarti senyum yang tertahan. Sulit diterjemahkan, apakah ekspresi mereka itu rasa tidak nyaman akibat bau busuk kali? Ataukah mereka happy makan pisang di situ. Bisa juga memaksa diri makan pisang.

Tapi, dari akun Instagram @aniesbaswedan yang diunggah Jumat (3/8/2018) menyuarakan, bahwa makan pisang bersama itulah pembuktian: Kali Sentiong tidak bau lagi.

Dalam unggahan tersebut, tampak foto Anies Baswedan, Jusuf Kalla dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimoeljono menikmati pisang di pinggir kali bau busuk Jakarta.

Tak hanya mengunggah foto, Anies juga menuliskan keterangan bahwa itu dilakukan untuk membuktikan bahwa Kali Item sudah tidak bau.

“Februari lalu ketika mengunjungi Wisma Atlet bersama Presiden Jokowi, di area makan atlet masih tercium aroma semriwing dari Kali Sentiong di samping wisma. Pagi ini Saya bersama Wapres Jusuf Kalla, Pak Basuki Hadimuljono, Pak Imam Nahrawi, Pak Syafruddin dan Pak Erick Thohir.

Pak JK memang jenaka. Beliau minta diambilkan pisang, “Kita makan pisang di sini, samping sungai. Biar semua tahu, di sini tidak bau.”

Proses pembersihan Kali Sentiong masih berlangsung dan akan terus berlanjut, tidak hanya menjelang Asian Games saja,” tulisnya.

Diketahui, Anies memberikan kebijakan soal Kali Item yang ditutup menggunakan kain waring agar tidak bau dan warna kalinya tidak terlihat oleh atlet se-Asia dalam acara Asian Games.

Anies mengatakan, permasalahan Kali Item di dekat Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat, bukanlah persoalan baru. Bahwa kali hitam, kotor, dan bau itu sudah bertahun-tahun.

Anies menyebut Kali Item itu sebagai warisan dari pemerintahan sebelum-sebelumnya.

“Jika yang mengelola Jakarta dulu memperhatikan ini, kita enggak punya warisan Kali Item. Ini karena (Kali Item) dulu enggak diperhatikan, jadi kita punya warisan Kali Item,” ujar Anies kepada wartawan di Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa (24/7/2018).

Anies menuturkan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di bawah kepemimpinannya menerima warisan tersebut dan akan memperhatikan kondisi Kali Item.

Pemprov DKI kini melakukan berbagai cara untuk mengubah wajah kali tersebut.

“Ketika sekarang diperhatikan, ramai pula. Sekarang saya sampaikan kepada semua, coba dulu dibereskan, kita enggak punya warisan masalah ini. Nah, sekarang kenyataannya ada itu, sekarang kita bereskan,” kata dia.

Baca Juga:

INASGOC: Harga Tiket Asian Games Lebih Murah Dibanding Konser Syahrini

Di GIIAS 2018, Hyundai Luncurkan New Santa Fe

Ketua DPR: 100 Juta Orang Miskin di Indonesia Itu Tidak Benar

Bukan Disemprot Pewangi, Tapi Penghilang Bau

Anies Baswedan menegaskan bau tak sedap yang ada di Kali Item akan tertangani dengan disemprotkan penghilang bau.

Ia mengatakan penghilang bau tersebut bukanlah pewangi.

“Iya. Pak Teguh itu tidak semprot pewangi tapi penghilang bau. Penghilang bau dengan pewangi itu beda,” ujar Anies usai acara pertemuan akbar guru SLB se-DKI Jakarta di SLB A Pembina Tingkat Nasional, Lebak Bulus, Cilandak, Jakarta Selatan, Sabtu (28/7/2018).

Menurut Anies, penghilang bau dapat menetralisir bau dari kali yang berada di dekat wisma atlet Kemayoran itu.

“Kalau penghilang bau itu menetralisir agar tidak bau, dan itu tapi ada yangg menulis pewangi bukan, penghilang bau. Penghilang bau bukan berarti pewangi tapi netraliser,” katanya. (*)

BAGIKAN